Begini Konspirasi Spanyol dan Real Madrid Habisi Barcelona Dan Lionel Messi

Alasan sebenarnya Lionel Messi ingin keluar dari Barcelona bukan soal sepakbola tapi karena pemain Argentina itu merasa lelah dengan perilaku aparat pajak Spanyol. Messi, dipuji oleh banyak orang sebagai pesepakbola terbesar sepanjang masa, mungkin akan meninggalkan Spanyol setelah terus menerus dikejar oleh petugas pajak, kata sebuah sumber. Pemain, yang awal tahun ini menyepakati gaji terbarunya sebesar Rp […]

Alasan sebenarnya Lionel Messi ingin keluar dari Barcelona bukan soal sepakbola tapi karena pemain Argentina itu merasa lelah dengan perilaku aparat pajak Spanyol.

Messi, dipuji oleh banyak orang sebagai pesepakbola terbesar sepanjang masa, mungkin akan meninggalkan Spanyol setelah terus menerus dikejar oleh petugas pajak, kata sebuah sumber.

Pemain, yang awal tahun ini menyepakati gaji terbarunya sebesar Rp 753 Milyar dengan Barcelona, telah mengeluhkan bahwa ia diincar oleh dinas pajak Spanyol untuk ‘perlakuan khusus’ dibandingkan dengan para pemain olahraga elit di Spanyol lainnya, menyangkut urusan sengketa pajak.

Messi mulai mempunyai masalah pajak sejak tahun lalu ketika ia dituduh menyembunyikan pendapatan dari hak cipta foto sebesar Rp 61,7 Milyar melalui dua perusahaan fiktif di Belize dan Uruguay.

Menurut hukum Spanyol, siapa saja yang memiliki pendapatan lebih dari Rp 1,8 Milyar secara otomatis akan menghadapi hukuman penjara, tapi ini umumnya dibebaskan jika pelaku setuju untuk membayar pokok pajak dan dendanya.

Messi kemudian sepakat membayar uang sebesar Rp 75 Milyar untuk menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan tetapi dinas pajak telah memutuskan untuk memaksa pemain kelahiran Argentina tersebut untuk diadili, dengan kemungkinan pergi ke penjara.

Sumber yang dekat dengan Messi mengatakan kepada surat kabar El Confidencial, “. . . ada olahragawan elit lain yang memiliki masalah pajak dan mereka semua sudah selesai secara administratif, seperti yang terjadi dengan pemain Real Madrid Xabi Alonso dan Iker Casillas dan bintang tenis Rafael Nadal.”

“Messi adalah satu-satunya yang menghadapi proses hukum yang bisa berakhir dengan dia masuk penjara. Dia muak dengan Spanyol dan itulah mengapa dia ingin pergi.”

Sumber tersebut mengatakan bahwa dalam satu tahun terakhir Messi telah membayar Rp 783 Milyar dalam pajak penghasilan dan denda “dan seharusnya hanya itu saja.”

Mereka mengatakan Messi tampaknya menjadi korban standar ganda pemerintah Spanyol.

“Mereka mulai dengan hak cipta fotonya, lalu biaya penandatanganan. Habis itu siapa yang tahu seterusnya?” kata sumber itu, seperti dilansir IrishTimes.com.

Dalam suasana permusuhan antara Catalonia dan pemerintah Spanyol, fakta bahwa pemain Real Madrid bisa menyelesaikan masalah pajak di luar pengadilan, sementara bintang Barcelona harus menghadapi proses pidana dipandang sebagai bukti lebih lanjut dari konspirasi anti-Catalan.

Empat kali pemenang penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA (berganti nama menjadi Ballon d’Or pada tahun 2010) itu telah mengisyaratkan dalam wawancara dengan harian olahraga Argentina awal pekan ini bahwa ia mungkin mempertimbangkan meninggalkan Barcelona, klub yang telah memelihara bakatnya sejak ia pindah ke sana pada usia 13 tahun.

Sekarang berusia 27 tahun, Messi mengatakan ia ingin mengakhiri karirnya di Barcelona, tapi situasi sulit dan “kadang-kadang ada hal-hal yang tidak bekerja seperti yang Anda rencanakan.”

Messi telah memenangkan enam gelar liga Spanyol dan tiga Liga Champions dengan Barcelona dan memimpin Argentina ke final Piala Dunia tahun ini melawan Jerman.

Sepakbola.cc