Curhat Istri-istri Cantik Pemain Bola

  Seperti apakah kehidupan para WAGs (wife and/or girlsfriend) para pemain bola dengan pendapatan milyaran rupiah per minggu? Bahkan belasan milyar rupiah per bulan. Apakah mereka shopping sepanjang hari, gossip sepanjang hari? Penelusuran media atas kehidupan para pasangan pemain bola ini, yang tidak seluruhnya istri resmi –kebanyakan kumpul kebo–, memperlihatkan kehidupan yang penuh rasa sepi […]

Berita  - Curhat Istri-istri Cantik Pemain Bola

 

Seperti apakah kehidupan para WAGs (wife and/or girlsfriend) para pemain bola dengan pendapatan milyaran rupiah per minggu? Bahkan belasan milyar rupiah per bulan. Apakah mereka shopping sepanjang hari, gossip sepanjang hari?

Penelusuran media atas kehidupan para pasangan pemain bola ini, yang tidak seluruhnya istri resmi –kebanyakan kumpul kebo–, memperlihatkan kehidupan yang penuh rasa sepi dan sengsara. Kebanyakan mereka harus mengisi hari-harinya dengan salah satu dari operasi botox, isian silikon tambahan ke payudara, atau tummy tuck (istilah di sini: sedot lemak).

“Kau harus tampil sempurna,” kata salah satu WAGs yang minta namanya dirahasiakan itu. “Mengapa? Anda harus melakukan semua yang Anda bisa untuk menjaga pria Anda karena dia main mata dengan semua orang setiap kali dia meninggalkan rumah, dan diberitahu oleh semua orang bahwa dia luar biasa. Jika ia kembali ke rumah dan menemukan ketidaksempurnaan maka ia akan pergi.”

Kebanyakan gadis-gadis dan wanita 30-an ini merasa, satu-satunya kontrol yang mereka dapat adalah atas tubuh dan rumah mereka. Jika sampai lalai, maka suami-suami mereka mungkin saja akan menerima tawaran belasan gadis muda lain yang menyajikan tubuhnya demi sebuah sensasi. Atau cerita mahal di koran dan tabloid gosip.

Kesimpulan Alison Kervin, yang menulis untuk Daily Mail Inggris ini, para WAGs tampil keren, antusias, penuh tawa, percaya diri, dan penuh warna, hanya untuk menutupi rasa kesepian dan ketidakamanan dalam diri mereka. Kehidupan mereka bukanlah pakaian berlabel desainer terkenal, bergalon-galon sampanye yang memabukkan, atau pesta semalam suntuk. Mereka kerap hidup sendirian di bangunan setengah istana di pinggiran kota yang sepi, menantikan suami pesepakbola mereka pulang, dengan harapan satu hari lagi berlalu damai tanpa skandal, tanpa godaan wanita lain.

Satu-satunya pihak yang bisa memahami curhat para istri adalah sesama istri pesepakbola, yang berbagi kekuatiran yang sama.

Sejumlah pemain Liga Premier diduga kuat berselingkuh, meski mereka memiliki pasangan yangg cantik luar biasa, luar dalam.  John Terry, misalnya, diduga memiliki relasi rahasia dengan wanita bernama Vanessa Perroncel. Sementara David Beckham dikisahkan menjalani asmara penuh nafsu dengan asistennya, Rebecca Loos, saat ia berada di tanah Amerika, jauh dari Victoria. Ashley Cole mengabaikan istrinya yang cantik dan seksi, Cheryl. Wayne Rooney beberapa kali tertangkap basah oleh media keluar dari rumah prostitusi.

Tidak diragukan lagi ada kalanya WAGs memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang, dan beberapa wanita berada dalam hubungan yang bahagia dan memuaskan, tapi selalu ada pertanyaan dan kecemasan, ketidakyakinan perihal apa yang sedang dan akan terjadi.  Godaan macam apa yang menghadang suamiku? Apakah ia cedera? Bagaimana kalau di dipindah ke klub lain dengan gaji murah? Bagaimana kalau klub terdegradasi?

Tidaklah mengherankan jika para gadis ini mengumbar tubuhnya di depan umum, mengenakan celana pendek, pakaian tanpa bra, bikini setipis mungkin. Semuanya itu hanya untuk mengundang tatapan dan decak kagum lelaki lain, lalu pada gilirannya membangkitkan rasa kompetisi pada suami mereka. Harapannya, mereka lebih protektif menjaga istri-istri mereka, dan bukannya berpaling ke gadis lain.

Ketika gosip David Beckham berselingkuh dengan asistennya, Rebecca Loos, muncul di media-media, seorang agen sepakbola berujar, “Malam ini akan ada 20 atau lebih istri-istri yang bertanya ke suami pesepakbola mereka, ‘Sayang, kamu tidak akan pernah melakukan itu padaku, kan?’ dan lelaki-lelaki itu semua akan berkata, ‘Tidak pernah, sayang, tidak dalam sejuta tahun. Kau satu-satunya bagiku.’

“Masalahnya adalah lebih dari 90 persen dari mereka akan berbohong. Beberapa pemain tidak setia karena mereka tidak harus setia. Ini tidak diharapkan dari mereka, dan para istri biasanya berakhir dengan memaafkan mereka hingga beberapa kali. Sisanya, biasanya gadis-gadis itu bisa disuap dengan sejumlah uang.”

Menarik juga mengamati bahwa ada salah satu pembaca artikel ini mengatakan,”Pemain bola ini sudah bekerja keras dan menghasilkan banyak sekali uang. Jadi, kalau ia melakukan seks-satu-malam, tutup mata sajalah. Kalau sudah ada anak-anak, ia akan segera kembali ke rumah untuk merasakan kehangatan kasih sayang rumah tangga, dan untuk bersama anak-anak. Asal istrinya tidak cerewet, ia akan tetap setia kok.”