Diego Simeone Larang Pemain Atletico Madrid Ucapkan Kata Ini

21

Menjelang partai final Liga Champions, Diego Simeone mulai mewanti-wanti anak asuhnya untuk tetap fokus dan tidak salah ucap.

Menjelang partai final Liga Champions, Diego Simeone mulai mewanti-wanti anak asuhnya untuk tetap fokus dan tidak salah ucap.

http://gty.im/520634684

Dengan pertemuan antara Atletico Madrid kontra Real Madrid di ajang final Liga Champions yang akan dihelat pada Minggu (29/5) waktu Indonesia ini, Diego Simeone tidak ingin skuatnya kehilangan fokus.

Untuk mencapai hal tersebut, Simeone bahkan melarang timnya untuk melontarkan kata “balas¬†dendam” dalam setiap sesi wawancara.

Wajar jika Simeone mengeluarkan larangan tersebut. Ia tidak ingin kejadian di babak semifinal terulang kembali.

Kala itu, seorang jurnalis salah menterjemahkan maksud entrenador asal Argentina ini, dengan menulis “balas dendam di babak final melawan Real Madrid.”

Seperti diketahui, pada musim 2013/14 Atleti bersua Real Madrid di babak final Liga Champions yang dilaksanakan di Lisbon, Portugal.

Kala itu, Real Madrid sukses mengalahkan tim tetangganya dan menyabet La Decima atau gelar Liga Champions ke-10.

Padahal maksud Simeone bukan lah itu, namun balas dendam melawan Bayern Munich dan bisa masuk final.

Melihat pemutarbalikan fakta, Atletico Madrid sampai harus meminta ralat kepada media massa agar tidak memberikan citra buruk ke klub andai Atleti gagal lolos ke final.

Kini, Simeone tidak menganggap babak final ini sebagai balas dendam sebab dirinya merasa biasa-biasa saja jelang laga final.

“Kami sadar jika ini adalah pertandingan yang besar untuk bisa sampai di final dan itu sangat penting baik bagi klub atau pun kami,” katanya.

Bukan hanya Simeone, Gabi pun menyatakan pendapatnya jika pertemuan kedua di final ini bukan sesuatu yang patut dibesar-besarkan dengan label “balas dendam.”

“Secara pribadi saya tidak memiliki hasrat untuk membalaskan dendam di Lisbon. Mereka mencatatkan sejarah mereka dan kami mengucapkan selamat kepada mereka. Sekarang kami menginginkan untuk menuliskan sejarah kami sendiri,” ujarnya seperti dikutip dari Mundodeportivo.