Ibadah Puasa Ramadhan Ikut Jadi Pertimbangan Piala Dunia 2022

Ibadah puasa Ramadhan ikut jadi pertimbangan dalam menentukan tanggal pelaksanaan Piala Dunia 2022 di Qatar. Salah satu proposal yang masuk, […]

Ibadah Puasa Ramadhan Ikut Jadi Pertimbangan Piala Dunia 2022

Ibadah puasa Ramadhan ikut jadi pertimbangan dalam menentukan tanggal pelaksanaan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Salah satu proposal yang masuk, yakni dari Asosiasi Klub-klub Eropa yang terdiri dari 214 klub di bawah pimpinan Karl-Heinz Rummenigge, mengusulkan Piala Dunia 2022 dilangsungkan pada akhir April sampai dengan akhir Mei 2022.

Usul ini langsung ditolak oleh FIFA. Alasannya, karena berbenturan dengan awal bulan Ramadhan yang jatuh pada 2 April 2022.

Dengan ditolaknya saran soal pelaksanaan pada bulan April maka saat ini FIFA tinggal memiliki dua opsi saja untuk Piala Dunia 2022 di musim dingin di Qatar, dan penyelenggara tengah berpikir pilihan waktu yang “ideal” untuk Timur Tengah.

Sebelumnya, jumlah proposal yang masuk di pertemuan FIFA di awal pekan ini masih sekitar lima proposal perihal waktu yang tepat pelaksanaan turnamen dunia itu.

Sekjen FIFA Jerome Valcke mengatakan, “Kami semakin dekat dengan menyempitkan pilihan tinggal dua saja, Januari-Februari 2022 atau November-Desember 2022.”

Ketua panitia pelaksana Qatar, Hassan Al Thawadi, mengatakan untuk pertama kalinya bahwa melaksanakan turnamen di panas yang luar biasa di bulan Juni dan Juli, seperti jadwal semula, mungkin bukan solusi terbaik.

“(Al Thawadi) menguraikan bahwa, untuk Timur Tengah, situasi yang ideal dan kondisi yang baik untuk semua peserta Piala Dunia adalah pelaksanaan di musim dingin,” menurut pernyataan FIFA.

Namun, FIFA mencatat bahwa Qatar “tetap berkomitmen penuh untuk memberikan apa yang telah dijanjikan dalam proposalnya”, termasuk teknologi pendingin stadion guna memerangi suhu 40 derajat C (104 derajat F) selama tanggal kalender tradisional Piala Dunia di Juni-Juli.

Opsi Januari-Februari disukai oleh berbagai konfederasi FIFA. Pada saat itu, banyak negara-negara Eropa berada di istirahat pertengahan musim atau bukan di puncak musim sibuk mereka. Asia dan Afrika biasanya memainkan kejuaraan benua mereka pada awal tahun.

Jadwal Januari 2022 tetap dipertimbangkan meskipun tampaknya dirancang untuk gagal. Presiden FIFA Sepp Blatter, yang merupakan anggota IOC, telah meyakinkan Presiden IOC Thomas Bach bahwa Piala Dunia tidak akan berbenturan dengan Olimpiade Musim Dingin 2022.

IOC sedang mengevaluasi dua calon kota penyelenggara, Beijing dan Almaty, Kazakhstan, untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin yang diharapkan akan berlangsung Februari 2022.

Serikat para pemain profesional, FIFPro, juga menentang proposal klub di musim semi karena panas.

“Kesehatan dan keselamatan pemain tidak bisa ditawar-tawar,” kata FIFPro dalam sebuah pernyataan. “Pelaksanaan Piala Dunia di dan sekitar musim panas Qatar yang menyengsarakan bukanlah pilihan.”

Liga Eropa menyarankan sebuah kompromi di bulan Mei-Juni.

FIFA mengatakan panel akan bertemu awal tahun depan, kemungkinan pada bulan Februari 2015, untuk menilai laporan dari Valcke dan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia Sheikh Salman Bin Ebrahim Al Khalifa dari Bahrain pada proposal yang sudah dibuat pada pertemuan hari Senin.

“Kami sangat senang dengan tingkat detail yang diberikan oleh para peserta dan dengan diskusi yang produktif yang berlangsung hari ini,” kata Sheik Salman.

Komite eksekutif FIFA bisa memutuskan kepastian tanggal Piala Dunia 2022 pada bulan Maret 2015.

Sepakbola.cc