Ayah Giboler’s Fans PSCS Korban Kelompok Bercadar Minta Keadilan

13

Ayah seorang giboler’s fans PSCS korban penyerangan kelompok bercadar, Giman, kini meminta agar polisi mengusut tuntas pelaku yang menyebabkan putranya Muhammad Ikhwan (19) tewas. Ia minta keadilan ditegakkan.

Liga Indonesia  - Ayah Giboler's Fans PSCS Korban Kelompok Bercadar Minta Keadilan

 

Ayah seorang giboler’s fans PSCS korban penyerangan kelompok bercadar, Giman, kini meminta agar polisi mengusut tuntas pelaku yang menyebabkan putranya Muhammad Ikhwan (19) tewas. Ia minta keadilan ditegakkan.

Sang Ayah menceritakan, saat penyerangan di dalam bus, posisi anaknya duduk di dekat pintu. Posisi inilah yang diyakini membuat pelaku penyerangan mudah menganiaya anaknya. Ikhwan memilih duduk di dekat pintu bus karena turun paling pertama yaitu di Yogyakarta. Sedangkan teman-teman lainnya akan turun di Cilacap.

Diketahui, Ikhwan memang kos di Depok Sleman. Atas alasan tersebut, dia pilih dekat pintu agar tidak mengganggu rekan-rekannya yang lain saat keluar.

“Kata temannya, anak saya duduk di kursi dekat pintu. Dia kan kos di Sleman jadi turun paling awal. Dia tak mau ganggu yang lain,” ujar Giman di RS Sarjito Yogyakarta, Senin (13/10/2014).

Giman tak lupa mengatakan jika anaknya mengalami lebam di wajah dan kepala. Terdapat bekas tusukan di ulu hati. Dia menceritakan kalau Ikhwan sejatinya adalah anak yang penurut. Dijelaskannya, jika pemuda yang kuliah di UIN Sleman itu tak pernah berkelahi dengan siapapun.

Yang menarik, Ikhwan juga ternyata bukan hanya seorang giboler’s karena hobinya juga main bulu tangkis. Hanya, lanjut Giman, Ikhwan sesekali pernah menonton PSCS saat bertanding di Cilacap.

” Pernah sekali waktu saya ajak nonton PSCS bersama adik-adiknya. Setelah itu saya tidak tahu, tapi hobinya bulu tangkis,” pungkasnya.