Bali United Belum Bisa Turunkan Irfan Bachdim

Bali United belum bisa mainkan Irfan Bachdim di leg pertama semifinal Piala Presiden 2018 melawan Sriwijaya FC akhir pekan ini akibat masih dilanda cedera.
Bali United belum bisa mainkan Irfan Bachdim di leg pertama semifinal Piala Presiden 2018 melawan Sriwijaya FC akhir pekan ini akibat masih dilanda cedera.

Gilabola.com – Bali United tak yakin bisa mainkan bintangnya, Irfan Bachdim, saat mereka bertemu Sriwijaya FC di leg pertama semifinal Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Minggu (11/2).

Irfan Bachdim dinyatakan masih alami cedera sejak laga kualifikasi Liga Champions Asia beberapa waktu lalu. Pemain naturalisasi asal Belanda ini bahkan tak bermain saat Bali United berlaga di delapan besar Piala Presiden 2018.

Bali United berhasil melaju ke semifinal setelah kalahkan Madura United lewat drama adu penalti di babak delapan besar yang digelar di Stadion Manahan, Solo, akhir pekan lalu.

Meski demikian, Bali United ‘hanya’ akan ditinggalkan Irfan di laga melawan SFC akhir pekan ini. Sedangkan pemain lainnya di skuad Widodo C Putro itu dinyatakann fit, siap dan tersedia untuk dimainkan kontra Laskar Wong Kito.

Advertisement

“Irfan Bachdim belum pulih, dia diperkirakan harus beristirahat selama enam pekan, lalu empat pekan berikutnya baru bisa dimainkan. Mudah-mydaha bisa lebih cepat, itu tentunya lebih baik,” ujar asisten pelatih Bali United, Eko Purdjianto.

Eko juga tegaskan, tim pelatih Bali United tak akan memaksa Irfan untuk bermain. Pasalnya, masih ada waktu sampai kompetisi Liga 1 Indonesia/2018 digulirkan dan pemainnya itu bisa benar-benar bugar untuk kembali diandalkan di atas lapangan.

“Kami tidak akan paksa Irfan untuk main, engkel terkilir karena didorong lawan waktu itu (di kualifikasi Liga Champions Asia),” tambah Eko.

Sebelumnya diberitakan, Bali United terpaksa mencoret nama Irfan Bachdim untuk laga semifinal melawan SFC akhir pekan ini. Untuk menggantikan posisi Irfan di lini depan, pelatih Widodo masukkan nama Nyoman Sukarja dan Martinus Novianto.