Bambang Pamungkas: IPL dan ISL sama-sama bermasalah

10

Pemain senior Indonesia yang juga Wakil Presiden Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Bambang “Bepe” Pamungkas, menilai dua liga di Indonesia, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League, sama-sama bermasalah. Penilaian Bepe itu terkait adanya sejumlah klub ISL dan IPL yang belum menjalankan kewajibannya memenuhi hak-hak pemain, seperti gaji yang belum dibayarkan dan masalah […]

Pemain senior Indonesia yang juga Wakil Presiden Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Bambang “Bepe” Pamungkas, menilai dua liga di Indonesia, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League, sama-sama bermasalah.

Penilaian Bepe itu terkait adanya sejumlah klub ISL dan IPL yang belum menjalankan kewajibannya memenuhi hak-hak pemain, seperti gaji yang belum dibayarkan dan masalah pemberian izin bermain bagi pemain asing yang sudah menandatangani kontrak.

Masalah lainnya, menurut Bambang, adalah adanya dualisme kompetisi itu yang membuat para pemain terancam tidak bisa membela timnas. Bahkan, sejumlah pemain harus mendapat ancaman dari klubnya sendiri ketika berkeinginan untuk membela Indonesia.

“Banyaknya masalah itu membuktikan dua liga itu (IPL dan ISL) tidak ada yang benar. Semuanya bermasalah. Kedua liga itu berjalan sangat prematur dari segi banyak hal,” kata Bepe dalam jumpa pers APPI di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (28/5) kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun APPI, ada 13 klub yang belum memenuhi kewajibannya membayar gaji kepada pemain. Klub IPL yang belum membayar gaji pemain di antaranya Persibo Bojonegoro, Persema Malang, dan PSM Makassar. Sedangkan klub ISL yang belum memenuhi kewajibannya di antarnya adalah Persija Jakarta, Deltras Sidoarjo, dan Sriwijaya FC, Persela, Arema Malang.

sumber: bola.kompas.com/read/2012/05/28/20081976/.Bepe.ISL.dan.IPL.Sama-sama.Tidak.Benar.