Kemenpora Nilai Delegasi FIFA Lecehkan Pemerintah RI

Persoalan sepak bola di Indonesia bakal tidak terselesaikan dalam waktu dekat. Bahkan ada potensi sanksi FIFA terhadap Indonesia bisa lebih lama laga lagi. Ini pangkal masalahnya.

Liga Indonesia  - Kemenpora Nilai Delegasi FIFA Lecehkan Pemerintah RI

Persoalan sepak bola di Indonesia bakal tidak terselesaikan dalam waktu dekat. Bahkan ada potensi sanksi FIFA terhadap Indonesia bisa lebih lama laga lagi. Ini pangkal masalahnya.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan tidak sepakat dengan pembentukan Tim Ad Hoc yang digagas oleh delegasi FIFA dan AFC yang baru saja selesai melakukan pertemuan selama dua hari dengan para pemangku kepentingan sepakbola di Indonesia, termasuk bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo.

Kemenpora menilai gagasan pembentukan Tim Ada Hoc itu bertolak belakang dengan hasil pembicaraan antara delegasi FIFA dengan Presiden Jokowi pada Senin (2/11). Saat bertemu presiden, delegasi FIFA sepakat dengan presiden untuk membentuk tim kecil yang bertugas menyelesaikan persoalan sepakbola di Indonesia dengan tetap mengacu pada statuta FIFA.

Tapi setelah melakukan pertemuan dengan pemangku kepentingan sepakbola lainnya pada Selasa (3/11) kemarin, rekomendasi yang disampaikan delegasi FIFA dianggap bertolak belakang dengan kesepakatan dengan presiden.

Delegasi FIFA menggagas adanya Tim Ad Hoc yang beranggotakan semua pemangku kepentingan, termasuk PSSI, APPI, Wartawan, Pemerintah, Wasit dan lainnya.

Nah, konsep Tim Ad Hoc itulah yang dinilai oleh Kemenpora bertentangan dengan ide Tim Kecil yang digagas presiden Jokowi sebelumnya. Karena dinilai bertentangan, delegasi FIFA pun dianggap oleh Kemenpora telah melecehkan pemerintah Indonesia.

“Kami mengingatkan saja, bahwasanya kemarin ketika bertemu dengan Presiden sudah ada kesepakatan dan mereka oke,” kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto saat konferensi pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu 4 November 2015.

Menurut Gatot, inkonsistensi yang ditunjukkan oleh FIFA dan AFC ini bahkan bisa saja menjurus kepada pelecehan terhadap pemerintah Republik Indonesia. Karena delegasi tersebut tidak memegang teguh komitmen yang telah dibuat bersama kepala negara.

Penyataan pemerintah itu tertuang dalam Siaran Pers yang dikeluarkan Kemenpora, Rabu (4/11). Pada poin keempat dan lima tertera kalau Kemenpora menilai FIFA dan AFC sudah melanggar kesepakatan dengan Presiden. Berikut isi poin 3 dan 5  Siaran Pers itu seperti dikutip dari Vivanews.com:

3. Dalam pertemuan tersebut (dengan Presiden Jokowi), Pemerintah Indonesia dengan tim FIFA dan AFC telah sepakat untuk membentuk tim kecil sebagaimana telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo, di mana tugas tim kecil ini adalah untuk berkomunikasi dan mendetailkan hal-hal teknis dalam rangka reformasi terhadap PSSI.

4. Perlu ditegaskan dalam konteks ini, bahwa tim FIFA dan AFC diminta komitmennya karena pada saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo sudah sepakat sepenuhnya untuk membentuk tim kecil. Sehingga dari aspek etikanya, maka komitmen yang sudah disepakati bersama tak boleh secara sepihak diangkat.

5. Bahwasanya FIFA dan AFC akan membentuk suatu komite, itu dipersilahkan saja, namun itu secara terpisah. Namun komitmen yang sudah disepakati harus tetap dijunjung tinggi apalagi itu dengan Kepala Pemerintahan. Dengan demikian, Pemerintah Indonesia meminta tim FIFA dan AFC melaporkan pada FIFA dan AFC tentang kesepakatan tersebut terlebih dahulu, karena inkonsistensi terhadap kesepakatan tersebut sama halnya dengan pelecehan terhadap Pemerintah Republik Indonesia.