Unik, Cara Arema Pertahankan Pimpinan Klasemen TSC

  • Hingga liburan Lebaran kali ini, Arema Cronus tetap bertengger sebagai pimpinan Klasemen Sementara  Torabika  Soccer Championship (TSC) 2016, dengan mengantongi 20 poin hasil 6 kali menang dan 2 kali seri. Agar Arema tetap mampu bertahan sebagai Pimpinan Klasemen, ada cara “unik” yang dilakukan manajemen tim asal Malang Jawa Timur tersebut. Apakah cara unik yang dilakukan […]

Hingga liburan Lebaran kali ini, Arema Cronus tetap bertengger sebagai pimpinan Klasemen Sementara  Torabika  Soccer Championship (TSC) 2016, dengan mengantongi 20 poin hasil 6 kali menang dan 2 kali seri. Agar Arema tetap mampu bertahan sebagai Pimpinan Klasemen, ada cara “unik” yang dilakukan manajemen tim asal Malang Jawa Timur tersebut.

Liga Indonesia  - Unik, Cara Arema Pertahankan Pimpinan Klasemen TSC

Apakah cara unik yang dilakukan oleh manajemen Arema ? Iya memang pihak manajemen Arema melakukan cara unik, agar skuad Tim Singo Edan tetap mampu bermain cemerlang dalam lanjutan pentas TSC 2016 pasca Idul Fitri. Dengan permainan yang cemerlang, Arema Cronus diyakini akan terus mampu mendulang poin demi poin, agar posisi sebagai pamuncak klasemen tetap terjaga.

Lantas apa strategi unik yang diterapkan pihak Arema Cronus ? Strateginya yakni semua pemain memang mendapat jatah libur seputar Hari Raya Idul Fitri. Namun meski mereka kembali kepada keluarga, namun tetap harus menjaga kebugaran tubuh, agar tetap “siap tempur” saat liburan usai dan pemain kembali menjalani pertandingan di pentas TSC 2016.

Cristian Gonzales dkk memang mendapat libur Lebaran dari manajemen Arema, mulai 4 Juli hingga 8 Juli 2016. Tanggal 9 Juli para pemain Tim kebanggaan Aremania ini harus sudah menjalani latihan kembali, untuk menyongsong pertandingan berikutnya di TSC yakni lawan Persela Lamongan.

“Semua pemain Arema saat libur Hari Raya tetap harus menjaga kebugaran tubuhnya. Jangan sampai makan terlalu banyak gula dan kurang olahraga, sehingga badan jadi tambah gemuk. Jika sampai pemain kembali latihan dan ternyata berat badannya bertambah, maka akan didenda. Iya mereka harus bayar uang denda, tanpa kecuali,” tutur Milomir Seslija, pelatih Arema.

Denda uang bagi pemain Arema yang berat badannya bertambah saat libur Lebaran, jumlahnya cukup tinggi. Yakni setiap kali pemain badannya naik 1 kilogram, maka dendanya harus bayar Rp 1 Juta. Dengan demikian jika pemain bobotnya bertambah 2 kilo, berarti harus bayar Rp 2 juta.

Aturan denda bagi pemain yang berat badannya “membengkak” saat libur Lebaran ini, dimaksudkan Milo – panggilan akrab Milomir Seslija – agar pemain menjaga disiplin secara ketat. Saat makan di suasana Lebaran, harus dihindari makanan yang banyak lemak dan camilan yang manis. Selain itu juga harus tetap menjaga kesehatan tubuh dengan lari ringan, setiap hari.

Menurut Milomir Seslija , pelatih Arema asal Bosnia tersebut, dengan aturan denda dia yakin pemain akan disiplin menjaga tubuh. Dengan demikian saat mulai latihan, berat badan tetap stabil, dan stamina pemain juga masih tetap terjaga dengan baik.