Demi Timnas, Firman Utina tak takut sanksi

Bagi gelandang Firman Utina, membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia sudah menjadi harga mati. Itu sebabnya ia siap menanggung resiko ataupun menerima sanksi dari klubnya Sriwijaya FC atas keikutsertaannya memperkuat Timnas Indonesia dalam laga ujicoba melawan klub Valencia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (4/8) malam nanti. “Sampai sekarang pihak klub belum meneleponku. Tapi, […]

Liga Indonesia Liga Spanyol  - Demi Timnas, Firman Utina tak takut sanksiBagi gelandang Firman Utina, membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia sudah menjadi harga mati. Itu sebabnya ia siap menanggung resiko ataupun menerima sanksi dari klubnya Sriwijaya FC atas keikutsertaannya memperkuat Timnas Indonesia dalam laga ujicoba melawan klub Valencia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (4/8) malam nanti.

“Sampai sekarang pihak klub belum meneleponku. Tapi, jika klub ingin memberikan sanksi, aku akan terima sanksi itu. Aku tetap berpegang pada prinsip bahwa aku datang ke sini dengan tujuan membuat masyarakat melihat sepak bola Indonesia bersatu lagi. Tidak ada lagi sikap saling mempersulit,” jelas Firman..

“Meski sanksi itu berarti kami tidak akan bisa bermain lagi di liga, aku tak takut susah, karena dulu aku juga orang susah,” tambahnya.

Beberapa hari lalu, manajemen Sriwijaya FC melalui Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin, secara tegas mengatakan manajemen akan mengenakan sanksi kepada tiga pemainnya, yaitu Ponaryo Astaman, Firman Utina dan M.Ridwan, yang ikut memperkuat Timnas Indonesia melawan Valencia. Hendri menilai ketiga pemain melakukan pelanggaran kategori berat.

“Mengenai sanksinya dalam bentuk apa, kami masih akan berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia dan KPSI terkait pelanggaran berat itu,” ujar Hendri seperti dilansir Sriwijaya Post, Selasa (31/7)

Selain ketiga bintang Sriwijaya FC ini ada sejumlah pemain Indonesia Super League (ISL) juga yang ikut memperkuat Timnas untuk tampil di laga ujicoba nanti. Di antaranya adalah ikon Persija Jakarta Bambang Pamungkas, Ahmad Bustomi, Patrich Wanggai dan beberapa lainnya.