Ferdinan Tinggalkan Persib Karena Dikecewakan Manajemen

Ferdinan Sinaga akhirnya mengungkapkan alasan kenapa dirinya hengkang dari Persib Bandung dan pindah ke Sriwijaya FC. Katanya, ia kecewa dengan salah satu orang penting di manajemen PT Persib Bandung Bermartabat.

Ferdinan Sinaga akhirnya mengungkapkan alasan kenapa dirinya hengkang dari Persib Bandung dan pindah ke Sriwijaya FC. Katanya, ia kecewa dengan salah satu orang penting di manajemen PT Persib Bandung Bermartabat.

Pemain Terbaik ISL 2014 ini mengaku sebenarnya ia masih betah di Persib dan ingin terus merumput di klub kesayangan masyarakat Kota Bandung itu. Namun loyalitas dan kecintaannya kepada Maung Bandung ternyata hanya bertepuk sebelah tangan.

Itu terbukti belum adanya juga tawaran kontrak baru dari Persib untuk dirinya. Padahal pemain-pemain lain, di luar pemain inti, sudah banyak yang diikat kontrak. Ia merasa nasibnya seperti digantung.

“Ada seseorang di manajemen yang membuatku kecewa, sama halnya dengan yang terjadi pada Sergio (Van Dijk). Sekarang terjadi sama aku dan Vlado (Vladimir Vujovic),” kata Ferdinan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, sesaat sebelum ia terbang ke Palembang, Senin (1/12), seperti dikutip dari Kompas.com.

Ferdinan tidak menyebut siapa nama pejabat tinggi di PT Persib Bandung Bermartabat yang membuatnya kecewa itu. “Aku betul-betul kecewa dengan seseorang di manajemen, kecewa sekali,” katanya.

Tapi, yang pasti orang di manajemen yang dia maksud adalah bukan manajer Persib Umuh Muchtar ataupun pelatih Djadjang Nurdjaman. Justru kedua orang itu yang sebenarnya punya perhatian dan selalu menanyakan kelanjutan kontrak Ferdinan.

“Yang bertanya tentang kelanjutan kontrakku hanya Pak Haji Umuh (Manajer Persib) dan Pak Djadjang (Pelatih Persib), tetapi mereka bukan yang menentukan kontrak. Berarti yang berniat mempertahankanku hanya mereka berdua, yang lain (manajemen) tidak ada,” tuturnya.

Ferdinan menjelaskan bahwa kontraknya dengan Persib sudah berakhir 15 November 2014 lalu. Tetapi, pihak manajemen sama sekali tidak pernah mengonntaknya untuk membicarakan kontrak. Padahal ia sudah memberikan waktu hingga 30 November 2014 kemarin.