Ini alasan Ponaryo dkk mundur dari Pelatnas Timnas

6

Lima pemain Indonesia Super League (ISL), yaitu Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas, Firman Utina, M.Ridwan dan Bustomi, mundur dari Pelatnas Timnas senior PSSI, Kamis (9/8) malam lalu. Menurut pelatih Timnas Nil Maizar, kelima pemain minta izin pulang ke rumah masing-masing dan berjanji akan pulang ke pelatnas. Namun, kelima pemain rupanya mundur untuk seterusnya. Apa alasan mereka […]

Ini alasan Ponaryo dkk mundur dari Pelatnas Timnas - berita Liga Indonesia Lima pemain Indonesia Super League (ISL), yaitu Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas, Firman Utina, M.Ridwan dan Bustomi, mundur dari Pelatnas Timnas senior PSSI, Kamis (9/8) malam lalu. Menurut pelatih Timnas Nil Maizar, kelima pemain minta izin pulang ke rumah masing-masing dan berjanji akan pulang ke pelatnas. Namun, kelima pemain rupanya mundur untuk seterusnya. Apa alasan mereka mundur?

Ponaryo Astaman lewat pesan singkat kepada para wartawan mengatakan dia dan rekan-rekannya mundur dari pelatnas timnas senior karena ingin menyelesaikan permasalahan mereka di klub masing-masing. Mereka juga memutuskan tak kembali bergabung ke Timnas karena tidak ingin memperuncing masalah.

“Kami mundur dari timnas, karena ingin menyelesaikan masalah dengan klub. Kami sudah buktikan, kami melaksanakan kewajiban saat dipanggil masuk timnas. Tapi disisi lain, tidak bisa dilupakan begitu saja bahwa kami juga punya kewajiban professional dengan klub,” ujar Ponaryo seperti dilansir Goal.com.

“Kami minta maaf, karena niat kami yang tadinya ingin membantu menemukan solusi akhirnya malah berpotensi memperuncing masalah.”

Penanggung jawab tim nasional PSSI Bernhard Limbong sebelumnya menyatakan, para pemain ISL ini meninggalkan pelatnas, karena ingin menyelesaikan permasalahan keluarga. Mereka akan kembali ke pelatnas, setidaknya pada 25 Agustus. Disinggung mengenai hal ini, Ponaryo memberikan jawabannya.

“Kami mundur sampai semuanya menjadi jelas. Sekarang kami kembali ke hakikat kami sebagai pemain. Memberikan
yang terbaik di lapangan,” kata Ponaryo. Ia menampik bila keputusan dirinya dan pemain ISL mundur dari pelatnas disebabkan adanya teror terhadap keluarganya.