Jakmania ditangkap gara-gara status facebook

7

Beginilah cara polisi mengungkap pelaku pengeroyokan fans Viking di Stadion Utama Senayan, yang berujung pada kematian 3 orang, Minggu malam 27 Mei 2012 lalu. Polisi tahu bahwa secara psikologis para remaja biasanya tidak tahan untuk segera menuliskan pengalaman mereka di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Aparat polisi di bidang informatika segera patroli secara virtual […]

Jakmania ditangkap gara-gara status facebook - berita Liga Indonesia

Beginilah cara polisi mengungkap pelaku pengeroyokan fans Viking di Stadion Utama Senayan, yang berujung pada kematian 3 orang, Minggu malam 27 Mei 2012 lalu.

Polisi tahu bahwa secara psikologis para remaja biasanya tidak tahan untuk segera menuliskan pengalaman mereka di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Aparat polisi di bidang informatika segera patroli secara virtual dan menemukan beberapa status yang berisi kesaksian kekerasan.

Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan, salah seorang tersangka mengupdate status, melakukan aksi pemukulan fans musuh sampai mati.

“Saat kejadian meninggalnya 3 orang itu, kami mendapat banyak masukan dari media bahwa yang bersangkutan ada memposting di jaringan sosial,” ujar AKBP Herry Heryawan saat jumpa pers Sabtu (2/6/2012). Setelah menelusuri isi postingan tersebut, polisi kemudian mencoba menemukan hubungan antara lokasi tersangka dengan tempat kejadian perkara di Senayan.

Polisi menemukan para tersangka saat memposting status tersebut memang berada di sekitar Sektor 10 Senayan. Bayu, kata polisi, datang bersama kawan-kawannya ke menggunakan sepeda motor. “Lalu mereka menuju sektor 10 setelah parkir di hall basket,” jelas Herry.

Tersangka mengakui perbuatannya, dan menceritakan kecurigaannya sejak awal karena saat Persijamencetak gol, korban malah duduk saja, menutupi wajahnya dengan kaos, dan bukannya menyanyi yel-yel Persija seperti fans Jakmania lainnya.

“Lantas Bayu langsung teriak Viking! Viking! Viking! Dan berakhir dengan aksi pengeroyokan,” kata AKBP Herry Heryawan.

“Para tersangka mengakui bahwa telah melakukan pemukulan secara bersam-sama. Saksi membenarkan bahwa para tersangka melakukan pemukulan terhadap korban. Dan autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban,” lanjut Herry.

Berdasarkan pemeriksaan saksi, tersangka dan barang bukti yang ada, tersangka patut diduga melanggar pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP. “Tersangka terancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara,” jelas Herry.

Enam tersangka yang ditahan adalah Widodo alias Dodo, Yanto alias Papay, Bayu Kristiawan, Mios alias Rohim, Bayu alias Ambon dan Ikhfa. Sedangkan korban yang tewas adalah Lazuardi (29) dari Jakarta, Rangga (22) asal Bandung dan Deny (16) asal Bekasi.