Joko Driyono: Aset Tak Cukup Bayar Hutang Gaji Pemain, Tak Bisa Ikut ISL!

Beberapa klub rupanya tersandung masalah huang gaji pemain untuk dapat mengikuti ajang kompetisi ISL musim depan. Bahkan bebrapa klub yang sudah memastikan diri menjadi peserta, terancam batal tampil di ISL musim 2015.

Liga Indonesia  - Joko Driyono: Aset Tak Cukup Bayar Hutang Gaji Pemain, Tak Bisa Ikut ISL!

Beberapa klub rupanya tersandung masalah huang gaji pemain untuk dapat mengikuti ajang kompetisi ISL musim depan. Bahkan bebrapa klub yang sudah memastikan diri menjadi peserta, terancam batal tampil di ISL musim 2015.

Sesuai dengan pernyataan Sekjen PSSI sekaligus CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, yang menyatakan bahwa bila aset klub tak cukup untuk melunasi hutag gaji pemain, maka klub bersangkutan tak dapat mengikuti ajang ISL musim 2015. Pernyataan Joko Driyono ini menyusul adanya laporan yang menyebut tujuh klub peserta ISL 2015 belum melunasi gaji pemain.

“Yang tidak taat bakal diberi sanksi. Sebelumnya, sanksi tanpa pemain asing atau jumlah pemain terbatas. Saya mendapat sinyal kuat dari PSSI bahwa persoalan itu tidak ada toleransi. Kalau aset tidak mencukupi untuk membayar utang tidak bisa mengikuti kompetisi,” ujar Joko Driyono di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).

“Aset klub, khusus ISL, salah satunya potensi revenue dari kompetisi. Asumsi yang didapat klub tahun depan, 2-3 miliar rupiah. Boleh main, jika jumlahnya terukur. Kalau utang melampaui proyeksi kontribusi komersial, tidak boleh.”

“Mayoritas klub masih memiliki sekitar 1 miliar rupiah dari kontribusi komersial musim 2014. Itu akan diberikan pas RUPS yang direncanakan digelar paling lambat 23 Desember 2014 atau awal Januari 2015. Jumlah yang diberikan setelah dipotong denda Komdis dan sebagainya,” tambah Jokdri panggilan akrab Joko Driyono.

Berikut daftar lengkap kedelapan klub yang masih menghutang gaji para pemainnya … klik di sini

Sepakbola.cc