Kalah dari MU, Djanur Kirim Surat Protes

Djanur akan ajukan protes kepada PSSI perihal kinerja wasit Kusni yang dianggap merugikan pihaknya di laga melawan Madura United.

Liga Indonesia  - Kalah dari MU, Djanur Kirim Surat Protes

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman atau Djanur kesal atas kinerja ofisial pertandingan yang membuat keputusan-keputusan yang salah sehingga anak asuhnya tidak bermain dengan baik.

Ucapannya tersebut diungkapkan kala tiba di Bandara Husein Sastranegara, Senin (10/07) kemarin, karena merasa wasit Kusni menguntungkan tuan rumah semata.

Seperti diketahui dalam laga tersebut dua gol Maung Bandung harus dianulir oleh wasit Kusni karena telah lebih dulu offside.

Lalu wasit pun memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, berkat aski diving Greg Nwokolo di kotak terlarang pada laga yang berkesudahan 3-1 untuk kemenangan Madura United.

“Sampai pagi ini pun, kami terus berkomunikasi dengan manajemen. Mereka terus mendiskusikan tentang kepemimpinan wasit,” ujar Djadjang.

“Sudah pasti [akan mengirim surat protes]. [Bukti] sudah komplet dengan potongan video. Nanti [sektretaris tim] Yudiana yang akan mengurusnya.”

“[Keputusan wasit] Sangat berpengaruh kepada pemain. Atep waktu jumpa pers bilang, kalau gol Maitimo enggak dianulir, pasti cerita berbeda. Anak-anak tampil cukup bagus padahal.”

“Gol pertama, Maitimo yang dianggap offside. Kemudian gol mereka penalti dan terjadi gol ketiga. Seharusnya, tidak ada penalti itu jelas tidak terjadi apa-apa,” tutur Djanur.

“Kemudian gol kedua kami dianulir, padahal belum apa-apa [asisten] wasit sudah mengangkat bendera. Saya pikir ini keputusan kontroversial,” jelas Djanur.

“Di konferensi pers saya tidak terlalu ekstrem mengomentari wasit, silakan masyarakat yang menilai. Sudah jelas di tayangan video. Pertama, gol dianulir, penalti juga yang sebenarnya Greg diving.”

“Gol ketiga Madura juga sebenarnya berbau offside. Dari proses, Bayu Gatra itu sebenarnya sudah terlebih dahulu dalam posisi offside,” tambahnya.