Komite Wasit Hukum Lima Wasit ISL Bermasalah

Roberto Rouw, Ketua Komite Wasit, menyatakan bahwa pihaknya telah menyoroti lima laga yang bermasalah dari 30 pertandingan dan dianggap ada kekeliruan dari keputusan wasit. Hasilnya, komite akan hukum lima wasit Indonesian Super League (ISL) 2014 yang bermasalah. Roberto juga menjelaskan perihal lima laga yang dianggap terdapat kekeliruan wasit, adalah pertandingan Persebaya Surabaya versus Mitra Kutai […]

Liga Indonesia  - Komite Wasit Hukum Lima Wasit ISL Bermasalah

Roberto Rouw, Ketua Komite Wasit, menyatakan bahwa pihaknya telah menyoroti lima laga yang bermasalah dari 30 pertandingan dan dianggap ada kekeliruan dari keputusan wasit. Hasilnya, komite akan hukum lima wasit Indonesian Super League (ISL) 2014 yang bermasalah.

Roberto juga menjelaskan perihal lima laga yang dianggap terdapat kekeliruan wasit, adalah pertandingan Persebaya Surabaya versus Mitra Kutai Kartanegara yang dipimpin wasit Dodi Setia Purnama pada 1 Februari. Insiden hansdball Amrbrizal di kotak penalti Persebaya yang seharusnya penalti untuk Mitra Kukar.

Dilanjutkan ke laga Mitra Kukar versus Persipura Jayapura yang dipimpin Djumadi Effendi, pada 11 Februari. Kepemimpinan wasit Djumadi dinilai tidak tegas karena tidak memberikan kartu kepada pemain Persipura yang terbukti menendang pemain Mitra Kukar.

Masih ada lagi dari Persib Bandung ketika melawan Sriwijaya FC yang dipimpin Iwan Sukoco pada 22 Februari. Iwan Sukoco dinilai tidak berani bertindak tegas kepada Ferdinand Sinaga yang melemparinya dengan bola, padahal itu jelas merupakan penghinaan dan harus diganjar kartu merah.

Pelita Bandung Raya verus Persija Jakarta yang dipimpin wasit Kusni, pada 17 Februari. Wasit Kusni menghukum PBR dengan penalti akibat tekel Wildansyah kepada Rachmat Affandi, masalahnya tekel dari pemain PBR dinilai bersih.

Dan terakhir, dari kekeliruan hakim garis atau asisten wasit satu, Sugiarto, di laga Arema Cronus versus Persik Kediri. Sugiarto menganulir gol dari Jean Paul Boumsong karena dianggap offside, padahal setelah melihat rekaman ulang Boumsong ada pada posisi onside.

“Mereka menyatakan bahwa berada di posisi yang tidak tepat sehingga melakukan kekeliruan. Namun bagaimanapun seluruh perangkat pertandingan termasuk wasit seharusnya tetap fokus dan dalam posisi yang benar sampai peluit akhir dibunyikan,” ujar Robert.

Buntutnya, wasit Dodi diganjar hukuman beristirahat dari pertandingan selama satu bulan terhitung sejak 7 Februari. Dan, dia akan kembali menjadi perangkat pertandingan sebagai wasit cadangan selama dua minggu.

Khusus wasit Djumadi Effendi yang memimpin laga Mitra melawan Persipura, hukuman tiga minggu diberikan terhitung sejak 16 Februari. Sugiarto yang bertindak sebagai hakim garis diganjar hukuman enam minggu, akibat keputusan menganulir gol yang seharusnya sah adalah fatal.

Iwan Sukoco diganjar peringatan keras, bila melakukan kekeliruan fatal kembali maka akan degradasi ke posisi lebih rendah. Wasit Kusni mendapat hukuman beristirahat selama dua minggu.

“Kita ingin wasit harus berani, jangan pandang tim mana. Semua tim sama,” tambahnya lagi.

Semua nama-nama wasit tersebut akan mendapatkan hukuman degradasi jika masih melakukan kesalahan di kesempatan kedua bagi mereka musim ini.