Kronologi Pelemparan Bus Arema Oleh Teroris Bola

9

  Insiden penyerangan ‘NORAK’ bus pemain kembali terjadi. Bus pemain Arema Cronus, dilempari beberapa teroris yang mengaku supporter bola saat meninggalkan Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/02/2014). Kronologi pelemparan ini kembali dijelaskan Iwan Budianto, CEO Arema. Peristiwa itu bermula saat bus dilempar gerombolan suporter yang muncul dari kawasan pemukiman penduduk sekitar. Bus dilempari batu […]

Liga Indonesia Piala Dunia  - Kronologi Pelemparan Bus Arema Oleh Teroris Bola

 

Insiden penyerangan ‘NORAK’ bus pemain kembali terjadi. Bus pemain Arema Cronus, dilempari beberapa teroris yang mengaku supporter bola saat meninggalkan Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/02/2014). Kronologi pelemparan ini kembali dijelaskan Iwan Budianto, CEO Arema.

Peristiwa itu bermula saat bus dilempar gerombolan suporter yang muncul dari kawasan pemukiman penduduk sekitar. Bus dilempari batu di tengah keramaian ketika terjebak kemacetan. Pelaku pelemparan menyasar badan dan kaca bus menggunakan batu.

“Kira-kira 1 km setelah meninggalkan stadion, bus kami tiba-tiba dilempari batu dari suporter yang keluar dari pemukiman penduduk sekitar,” ujar Iwan, Kamis malam atau beberapa jam setelah kejadian.

Panik bus dilempari batu, seluruh penumpang memutuskan turun dari bus. Pemain beserta offisial tim menyelematkan diri.

“Konyol bila kami tetap bertahan di bus karena kondisi jalan macet. Kami tidak ingin menjadi sasaran empuk pelaku pelemparan,” tambah Iwan.

Saat turun dari bus, pemain dan official memang sempat mengejar pelaku pelemparan. Iwan melihat pelaku pelemparan mengenakan atribut berwarna biru.

“Kami dibantu warga menangkap pelaku, namun mereka berhasil melarikan diri ke kawasan perumahan penduduk,” ujarnya.

Menurut Iwan, pihaknya juga sudah meminta Kepolisian untuk mengawal bus, Tapi karena jumlahnya hanya dua orang, mereka sulit menghalau pelaku pelemparan.

“Petugas bahkan melakukan tembakan ke udara.”

Seluruh penumpang bus kemudian memutuskan berjalan kaki di sisi kanan kiri jalan, berjaga-jaga agar insiden serupa tidak kembali terjadi. Merasa sudah aman, pemain kembali naik ke bus, Namun ternyata para teroris ingusan tersebut masih mengintai.

Gerombolan teroris kembali melempari bus mendekati pintu Tol Karawang Timur. Kali ini, menurut Iwan lebih parah.

“Sekitar 600 meter menjelang pintu Tol Karawang Timur, mereka menimpuk kaca belakang bus hingga pecah. Bahkan, melempar bom Molotov.”

Untuk serangan kedua ini, Suharno, pelatih Arema, terkena serpihan kaca di dahi. Beruntung bus bisa melewati suporter itu dan berhasil masuk ke jalan Tol.