arema Iwan Budianto Suharno

 

Insiden penyerangan ‘NORAK’ bus pemain kembali terjadi. Bus pemain Arema Cronus, dilempari beberapa teroris yang mengaku supporter bola saat meninggalkan Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/02/2014). Kronologi pelemparan ini kembali dijelaskan Iwan Budianto, CEO Arema.

Peristiwa itu bermula saat bus dilempar gerombolan suporter yang muncul dari kawasan pemukiman penduduk sekitar. Bus dilempari batu di tengah keramaian ketika terjebak kemacetan. Pelaku pelemparan menyasar badan dan kaca bus menggunakan batu.

“Kira-kira 1 km setelah meninggalkan stadion, bus kami tiba-tiba dilempari batu dari suporter yang keluar dari pemukiman penduduk sekitar,” ujar Iwan, Kamis malam atau beberapa jam setelah kejadian.

Panik bus dilempari batu, seluruh penumpang memutuskan turun dari bus. Pemain beserta offisial tim menyelematkan diri.

BACA JUGA  Hasil Arema FC vs Sriwijaya FC, 26 Februari 2017

“Konyol bila kami tetap bertahan di bus karena kondisi jalan macet. Kami tidak ingin menjadi sasaran empuk pelaku pelemparan,” tambah Iwan.

Saat turun dari bus, pemain dan official memang sempat mengejar pelaku pelemparan. Iwan melihat pelaku pelemparan mengenakan atribut berwarna biru.

“Kami dibantu warga menangkap pelaku, namun mereka berhasil melarikan diri ke kawasan perumahan penduduk,” ujarnya.

Menurut Iwan, pihaknya juga sudah meminta Kepolisian untuk mengawal bus, Tapi karena jumlahnya hanya dua orang, mereka sulit menghalau pelaku pelemparan.

“Petugas bahkan melakukan tembakan ke udara.”

Seluruh penumpang bus kemudian memutuskan berjalan kaki di sisi kanan kiri jalan, berjaga-jaga agar insiden serupa tidak kembali terjadi. Merasa sudah aman, pemain kembali naik ke bus, Namun ternyata para teroris ingusan tersebut masih mengintai.

BACA JUGA  Daftar Lengkap 25 Pemain Seleksi Timnas U-22 Gelombang Dua

Gerombolan teroris kembali melempari bus mendekati pintu Tol Karawang Timur. Kali ini, menurut Iwan lebih parah.

“Sekitar 600 meter menjelang pintu Tol Karawang Timur, mereka menimpuk kaca belakang bus hingga pecah. Bahkan, melempar bom Molotov.”

Untuk serangan kedua ini, Suharno, pelatih Arema, terkena serpihan kaca di dahi. Beruntung bus bisa melewati suporter itu dan berhasil masuk ke jalan Tol.

10 KOMENTAR

  1. biru?? itu PASTI VIKING ANJING KETURUNAN PEREK…. BALAS DI MALANG.. BUNUH VIKING ANJING SEPERTI KALIAN MEMBUNUH ORANG YG KALIAN SANGAT BENCI..

  2. anjing iku persiTAI, udah klub kalahan punya stadion kayak kebon, lalu pake ngungsi k karawang lagi maen lempar batu segala, tunggu wae ning malang ker,
    persiTAI diancuk

  3. memang kejadian tersebut mencerminkan bahwa mereka belum siap menjadi suporter, tapi kalau ada niat untuk membalasnya berarti sama kayak mereka -_____-“

TINGGALKAN KOMENTAR