Berita Bola - Lima Gol Bunuh Diri PSS Sleman vs PSIS Semarang Dinilai Tindakan Primitif -

 

Lima gol bunuh diri tercipta pada Babak Delapan Besar Grup 1 Divisi Utama antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Minggu (26/10/2014). Lima gol tersebut dinilai tindakan primitif.

Ya, insiden lima gol bunuh diri pada laga Divisi Utama antara PSS Sleman dan PSIS Semarang akhirnya dinilai sebagai sebagai sebuah tindakan primitif. Pernyataan keras ini meluncur dari mantan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI, Tondo Widodo.

“Perbuatan mereka ini lazim dilakukan di zaman primitif. Ini ulah badut-badut sepakbola,” ujar Tondo dengan kesal.

“Mungkin mereka merasa memiliki hak melakukan hal seperti ini demi menentukan nasib mereka. Namun, ulah mereka ini primitif,” sambungnya lagi dengan geram.

Lebih lanjut, Tondo berharap agar ulah seperti ini tak terjadi lagi. Karenanya harus ada penegakan hukum dari federasi.

“PSSI, melalui Komisi Disiplin, harus melakukan investigasi untuk membongkar kasus ini dan menghukum para pelakunya,” pungkasnya.

Pada laga tersebut, PSIS sempat unggul dua gol melalui gol-gol bunuh diri Agus Setyawan dan Hermawan Putra Jati. Namun, seolah ogah menang, Laskar Mahesa Jenar -julukan PSIS- membalas mencetak tiga gol bunuh diri yang memberi kemenangan pada PSS Sleman.

Dua gol bunuh diri PSIS dilakukan Komaedi pada menit 90 dan 91. Sebelumnya, pada menit 89, M. Fadli membobol gawang timnya sendiri. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan PSS Sleman dengan skor 3-2.

Dengan kekalahan ini, PSIS menempati posisi runner-up klasemen akhir Grup 1 dengan raihan 11 poin dari enam pertandingan. Mereka sukses menghindari Pusamania Borneo FC, salah satu kandidat kuat juara Divisi Utama, yang juga menjadi runner-up Grup 2.

BAGIKAN