Persib Kena Getah Denda Komdis PSSI Karena Ulah Bobotoh

140

Persib akhirnya kena getah denda Komdis PSSI karena ulah para Bobotoh. Hal ini wajib jadi evaluasi para suporter kedepannya.

Liga Indonesia  - Persib Kena Getah Denda Komdis PSSI Karena Ulah Bobotoh

Berita Liga Indonesia – Persib dikabarkan harus kena getah berupa hukuman denda dari Komdis PSSI karena ulah beberapa Bobotoh. Ya, Persib Bandung akhirnya harus dapat hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dengan denda Rp 30 juta. Hal itu akibat pendukungnya, Bobotoh menyalakan flare, pelemparan botol dan petasan.

Suka tidak suka, hukuman tersebut harus dijatuhkan setelah Persib meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persipura Jayapura di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 7 Mei silam. Aksi para bobotoh jelas bertentangan dengan aturan yang ada.

Dalam sidang Komisi Disiplin 10 Mei 2017, dipimpin oleh ketua Asep Edwin Firdaus dan wakil Umar Husin serta tiga anggotanya Dwi Irianto, Yusuf Bachtiar dan Eko Hendro. Disebutkan panitia pelaksana Persib dijatuhkan hukuman atas kasus pelanggaran disiplin terkait perilaku buruk yang telah ditunjukkan oleh para suporter.

“Bahwa pada tanggal 7 Mei 2017 silam, [ara suporter Persib Bandung telah terbukti melakukan pelemparan botol, menyalakan flare dan petasan ke dalam lapangan dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin,” tulis surat komdis yang bernomor 011/L1/SK/KD-PSSI/V/2017.

Ditambahkan jika hukuman ini berdasarkan pasal 65 jo. pasal 66 ayat (1) Kode Disiplin PSSI. Persib maka diwajibkan untuk membayar denda Rp 30 juta dan selambat-lambatnya 14 hari setelah putusan Komdis.

LOC Persib, Budhi Bram Rachman lantas meminta agar para Bobotoh bisa lebih santun lagi ketika menyaksikan pertandingan di stadion. Tingkah buruk suporter seperti itu jelas sangat merugikan Persib.

“Sebelumnya, Persib Bandung sudah mendapatkan sanksi sebesar Rp 20 juta, sekarang harus kena lagi Rp 30 juta. Untuk kesekian kalinya saya menghimbau agar para bobotoh mau tetap santun dan mentaati peraturan di dalam dan di luar stadion. Jika hal seperti ini bisa terulang lagi akan menjadi kerugian bagi tim dan juga bobotoh yang saat ini punya predikat suporter terbaik,” ujar Bram dalam situs resmi klub.

Setelah beberapa sanksi, sebaiknya para suporter mau belajar dan tak akan mengulangi hal itu lagi. Perlu bersikap dewasa lagi untuk menunjukkan jika para mereka memang patut untuk dihormati kawan dan lawan. Lantas, apakah para bobotoh bersedia untuk berubah jadi suporter yang lebih berkualitas lagi? Berani maju?