Persib vs Persija: Polisi bisa mulai dari BB Rangga

  • Salah satu korban pembunuhan pada bentrokan pasca laga Persija vs Persib Minggu malam lalu adalah Rangga Cipta Nugraha, 22 tahun, warga Jl Terusan Cimuncang, Pasirleutik, Kabupaten Bandung. Rangga bekerja di Jakarta sebagai karyawan perusahaan pengangkutan, DHL. Seorang saudara Rangga di rumah duka, Sony, menyatakan kecurigaannya bahwa gadget Blackberry milik Rangga dirampas para pengeroyoknya. Kecurigaan itu […]

Salah satu korban pembunuhan pada bentrokan pasca laga Persija vs Persib Minggu malam lalu adalah Rangga Cipta Nugraha, 22 tahun, warga Jl Terusan Cimuncang, Pasirleutik, Kabupaten Bandung.

Rangga bekerja di Jakarta sebagai karyawan perusahaan pengangkutan, DHL.

Seorang saudara Rangga di rumah duka, Sony, menyatakan kecurigaannya bahwa gadget Blackberry milik Rangga dirampas para pengeroyoknya.

Kecurigaan itu muncul karena status BB Rangga berisi tulisan, “Ini Jakarta bukan Bandung,” sesuatu yang berbau provokasi dan agaknya bukan berasal dari tulisan Rangga yang warga kabupaten Bandung. Status itu agaknya diisi oleh perampas BB Rangga.

“Status itu bukan Rangga. Saya menduga BB Rangga diambil. Senin pagi kemarin, saya mencoba BBM, tapi tidak ada jawaban dari Rangga. Cuma ada tanda cheklist. Ditelepon juga enggak aktif,” kata Sony, seperti dikutip detikcom.

Sony yakin status BB itu diupdate pada Minggu malam, atau setelah terjadi insiden pengeroyokan terhadap Rangga. Ia baru membaca status itu pada Senin. “Saya terkejut saat membaca status itu. Sempat bingung serta percaya enggak percaya. Tapi anehnya, tulisan status itu huruf kapital semua. Biasanya Rangga nulis status pakai huruf kecil,” kata Sony lagi.

Menurut Sony, sebelum status yang terakhir, Rangga sempat membikin status sebanyak dua kali. Status itupun terpantau Sony. Inti dari isi status itu menandakan kalau Rangga berada di dalam Stadion GBK.

Rangga nonton laga bersama teman kerjanya bernama Yoga. Keduanya dikeroyok massa. Rangga meninggal tapi Yoga selamat.

Polisi bisa memulai penyelidikan dari melacak posisi terakhir BB Rangga, sesuatu yang bisa polisi lakukan dengan mudah dengan bantuan teknologi. Perampas itu kemungkinan besar salah satu dari massa beratribut Jakmania. Dari sana polisi bisa mengetahui siapa saja pelaku yang membunuh Rangga.

Jika laga bola selalu berakhir rusuh, tak akan ada warga kelas menengah-atas mau nonton bola Indonesia. Kalau tak ada kelas menengah-atas nonton bola, klub-klub bola Indonesia bisa merugi karena tak ada yang beli tiket mahal atau merchandise.