Piala Presiden 2018: Malam Satu Lapangan, Pagi Satu Penerbangan

Usai bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (11/2) malam, skuad Bali United dan Sriwijaya FC sama-sama bertolak ke Bali dalam satu pesawat.
Usai bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (11/2) malam, skuad Bali United dan Sriwijaya FC sama-sama bertolak ke Bali dalam satu pesawat.

Gilabola.com – Ini dialami dua tim yang berseteru pada Minggu (11/2) malam, Sriwijaya FC dan Bali United. Kedua tim yang bermain imbang 0-0 di leg pertama babak semifinal, pagi harinya justru harus bersama-sama terbang ke Bali untuk lakoni leg ke dua mereka.

Di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (11/2) malam, kedua tim bertanding sengit dan bertekad untuk saling mengalahkan satu sama lain. Tetapi, pada pagi harinya, kedua tim malah terlihat akrab, mengobrol dan bercanda di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Kedua tim yang kembali akan saling beradu sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (13/2) malam, bahkan bertolak dari Palembang menuju Bali dalam satu pesawat.

Kedua tim memang sama-sama putuskan untuk terbang ke Bali pada Senin (12/2) ini, hanya beberapa jam ketika kedua duel di lapangan. Ini dilakukan agar kedua tim bisa pulihkan kondisi terlebih dulu, sebelum bertanding lagi Selasa malam.

Hasilnya, kedua tim pun saling bertemu, karena memang hanya tersedia satu penerbangan menuju Denpasar, Bali, dari Palembang setiap harinya. Kedua tim sama-sama bertolak pukul 09:25 WIB, untuk tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 12:35 WITA.

Advertisement

Saat boarding dan menunggu di terminal keberangkatan, para pemain kedua tim pun saling bertemu, dan seolah tak ada sisa-sisa pertarungan pada malam sebelumnya, para pemain dari dua kubu yang berbeda itu justru terlihat akrab.

Bahkan beberapa pemain yang pernah sama-sama memperkuat Persib Bandung, menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Mereka adalah Ilija Spasojevic, Makan Konate, Dias Angga dan Taufiq. Mereka berfoto bersama untuk mengenang kesuksesan saat membawa tim Maung Bandung jadi juara Piala Presiden 2015.

Tapi, kini, mereka bermain untuk dua tim berbeda yang saling berseberangan. Mereka sama-sama bertekad untuk merebut tiket ke final, bahkan jadi juara Piala Presiden 2018, untuk tim yang berbeda.

Meski demikian, perseteruan itu hanya terjadi di atas lapangan. Sebelum dan setelah laga – termasuk setelah salah satu tim dinobatkan sebagai juara, persahabatan antara mereka tetap terjaga.