PSIM Merendah Hadapi Derby Mataram

10

  Laga derby Mataram antara PSIM Yogyakarta versus PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman, Selasa (29/04/2014) sore nanti diyakini akan berjalan panas. Namun, PSIM memilih untuk merendah dalam hadapi laga panas ini. “Kami paham dengan kekuatan berbeda diantara kami, dan PSS jelas unggul dalam berbagai hal. Di sana […]

PSIM Merendah Hadapi Derby Mataram - berita Liga Indonesia

 

Laga derby Mataram antara PSIM Yogyakarta versus PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman, Selasa (29/04/2014) sore nanti diyakini akan berjalan panas. Namun, PSIM memilih untuk merendah dalam hadapi laga panas ini.

“Kami paham dengan kekuatan berbeda diantara kami, dan PSS jelas unggul dalam berbagai hal. Di sana setidaknya kami tak ingin menjadi lumbung gol,” tutur Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara.

Seto menunjukkan sikap seolah pesimis ini dilihat dari skuad PSS Sleman yang jelas sudah kenyang pengalaman di Divisi Utama bahkan Indonesia Super League (ISL). Selain itu, adanya juru taktik PSS Sleman Sartono Anwar, membuat tim tetangga lebih diunggulkan. Seto pun meminta pasukannya untuk banyak belajar dari tim tetangga tersebut.

“Anak-anak cukup bermain simpel saja dan berusaha mengimbangi. Sembari bertanding, ini kesempatan pemain-pemain muda kami menimba ilmu dari senior mereka di PSS,” tambahnya.

Seto juga tidak mempermasalahkan dua kelompok suporter mereka, Brajamusti dan The Maident yang tidak dapat memberikan dukungan. PSIM akan bermain sekuatnya saat melawan PSS Sleman.  Pihak panpel PSS Sleman sendiri memang melarang suporter PSIM untuk datang ke stadion.

“Saya menyiapkan tim bukan melihat ada tidaknya dukungan suporter. Sekali lagi kami bermain nothing to lose saja. Lebih disiplin dalam posisi, namun bukan berarti kami akan bertahan total,” pungkasnya.