PSS Sleman Menerima Sanksi dari Komdis PSSI

4

Buntut penyerangan bus suporter PSCS Cilacap oleh suporter dari PSS Sleman membuat PSS diberi sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI. Manajemen PT Putra Sleman Sembada sebagai pengelola tim PSS Sleman akan menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

PSS Sleman Menerima Sanksi dari Komdis PSSI - berita Liga Indonesia

 

Buntut penyerangan bus suporter PSCS Cilacap oleh suporter dari PSS Sleman membuat PSS diberi sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI. Manajemen PT Putra Sleman Sembada sebagai pengelola tim PSS Sleman akan menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Dua daerah Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi pilihan PSS untuk menggelar partai ‘usiran’ saat menjamu Persiwa Wamena pada babak 8 besar Divisi Utama, Minggu (18/10/2014).

“Kami dilarang bertanding di Sleman dan harus mencari lokasi 100 km di luar kandang serta tanpa penonton. Alternatif lokasinya bisa di Jabar atau Jatim,” tegas salah seorang anggota direksi PT PSS, Supardjiono.

Dirinya belum bisa menyebutkan lokasi mana saja yang akan menjadi kandang sementara untuk Anang Hadi dan rekan-rekannya. Hal tersebut dikarenakan manajemen masih rapat dan mengantisipasi adanya suporter Sleman yang akan hadir pada laga itu. Namun nama kota Ciamis sempat muncul untuk opsi tempat kandang sementara.

“Belum bisa kami putuskan di Jabar atau Jatim. Bisa jadi di Ciamis misalnya karena setelah melawan Persiwa kami away ke kandang PSGC Galuh Ciamis. Yang jelas PT LI (Liga Indonesia) mempersilakan kami mencari lokasinya, terpenting 100 km di luar kandang dan tanpa penonton.”

Direktur Operasional PT PSS, Rumadi mengatakan SK Komdis bernomor 167/DU/KD-PSSI/X/2014 tertanggal 14 Oktober sudah diterima manajemen PSS Sleman. Surat yang ditandatangani Hinca Panjaitan selalu Ketua Komdis PSSI dijelaskan bahwa aksi penyerangan bus suporter PSCS Cilacap oleh suporter PSS merupakan tingkah laku buruk dan melanggar pasal 67 ayat (3) dan ayat (4) jo Pasal 144 Kode Disiplin PSSI 2014, serta hukum negara. Hukuman juga tidak dapat dibanding berdasarkan Pasal 118 Kode Disiplin PSSI 2014.

Mewakili manajemen, Rumadi menyatakan kasus itu pun dianggap menajemen sebagai pukulan berat bagi PSS.

“Kami jelas tidak akan banding dan mentaatinya karena secara pribadi pun nyawa tidak bisa ditukar meski kejadian ini ada di luar lapangan. Lagi pula untuk mengajukan banding butuh waktu 20 hari,” pungkas Rumadi.