PSSI Bentuk Tim Anti Match Fixing, Ketua Tim Boy Rafli Amar

Demi mengembalikan citra persepakbolaan Indonesia, PSSI membentuk sebuah tim khusus untuk memerangi praktek pengaturan skor (match fixing) dan judi sepakbola. Tim ini dipimpin oleh Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar.

Liga Indonesia  - PSSI Bentuk Tim Anti Match Fixing, Ketua Tim Boy Rafli Amar

Demi mengembalikan citra persepakbolaan Indonesia, PSSI membentuk sebuah tim khusus untuk memerangi praktek pengaturan skor (match fixing) dan judi sepakbola. Tim ini dipimpin oleh Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar.

Seperti dilansir Tribunnews.com, pembentukan tim anti match fixing, dan penunjukkan Boy Rafli Ahmad sebagai ketua tim diputuskan dalam rapat kerja PSSI yang digelar di Hotel Park Lane, Jakarta.

Menurut Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mafia pengaturan skor (match fixing) merupakan salah satu faktor yang merusak citra kompetisi. Match fixing menjadi musuh utama dalam pertandingan sepak bola.

Kompetisi menjadi terkesan main-main karena ulah pelaku match fixing. Dampaknya perusahaan tidak ingin bekerjasama karena khawatir citranya menjadi buruk.

Tim anti mafia judi dan pengaturan skor ini nantinya bekerja untuk menindak para pengatur skor pertandingan yang merusak kompetisi.

“Selama ini kita masih terganggu dengan wewenang untuk menindak. Nanti polisi yang proses lanjut. Makanya untuk proses ini kita rangkul,” ujar Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin di Jakarta, Selasa (9/12).