PSSI Dinilai Perlu Orang yang Berani dan Sadis!

  • PSSI saat ini kian disorot oleh giboler’s setanah air yang keren-keren bin beken tapi bisa pedas banget kalau sudah berkomentar. Kali ini hal yang paling disorot jelas pemberlakuan sanksi untuk pelakon sepakbola gajah di Divisi Utama 2014, PSS Sleman dan PSIS Semarang. Ternyata PSSI dinilai perlu orang yang berani dan sadis.

PSSI saat ini kian disorot oleh giboler’s setanah air yang keren-keren bin beken tapi bisa pedas banget kalau sudah berkomentar. Kali ini hal yang paling disorot jelas pemberlakuan sanksi untuk pelakon sepakbola gajah di Divisi Utama 2014, PSS Sleman dan PSIS Semarang. Ternyata PSSI dinilai perlu orang yang berani dan sadis.

Ya, Sartono Anwar dengan yakin meyakini hal tersebut. Pelatih yang juga pernah memoles PSS dan PSIS ini menyebut bahwa Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memang membutuhkan orang-orang yang sadis dan berani mengambil keputusan tegas.

“Mungkin di lapangan mereka (para pemain) memang mencetak gol bunuh diri. Tapi apapun yang dikatakan, Komdis PSSI tidak bisa dipercaya. Di Komdis PSSI memang dicari orang-orang sadis dan berani,” sembur Sartono Anwar.

Wajar bila Sartono Anwar mengaku sangat kaget melihat dua tim yang pernah dilatihnya, yakni PSS Sleman dan PSIS Semarang, sama-sama melakukan tindakan yang jauh dari nilai-nilai sportivitas hanya karena takut bertemu dengan Pusamania Borneo FC di babak semifinal Divisi Utama 2014.

“Tampaknya banyak hal tidak jujur yang besar, maka akibatnya besar. Kalau takut kepada Pusamania Borneo FC, bilang saja ke PSSI.”

“Ini kan malah seolah sebuah dagelan. Wayangnya yang kena, tapi dalangnya tidak. Kesalahan jangan hanya ditimpakan kepada pemain dan pelatih. Mereka itu orang-orang yang hidup dari sepakbola, apakah hukuman seumur hidup itu cukup adil?”

”Saya minta tolong PSSI melihat lagi keputusan itu, merevisi. Para pemain dan pelatih itu hidupnya di sepakbola malah kena hukuman seumur hidup. Biangnya tidak tersentuh. Ada apa dengan PSSI? Otaknya kok malah enggak kena?” pungkasnya dengan berapi-api cetar membahana.