Sepakbola gajah di Indonesia (2)

  • Sejarah buruk sepakbola Indonesia terjadi lagi di ajang Piala Tiger (AFF Cup) kedua yang dilaksanakan di Vietnam 27 Agustus-5 September 1998. Bukan prestasi yang diraih, namun cerita buruk yang dibawa pulang oleh Aji Santoso cs. Dalam pertandingan melawan Thailand, kedua tim tak ada hasrat menyerang. Mereka ingin kalah guna menghindari tuan rumah Vietnam yang tampil […]

Majukan jadwal Serie A takkan berikan hasil efektif? Hal menarik ini dijelaskan sendiri oleh sosok Sergio Busquets dengan jeli.

Sejarah buruk sepakbola Indonesia terjadi lagi di ajang Piala Tiger (AFF Cup) kedua yang dilaksanakan di Vietnam 27 Agustus-5 September 1998. Bukan prestasi yang diraih, namun cerita buruk yang dibawa pulang oleh Aji Santoso cs.

Dalam pertandingan melawan Thailand, kedua tim tak ada hasrat menyerang. Mereka ingin kalah guna menghindari tuan rumah Vietnam yang tampil trengginas di fase penyisihan grup. Dan kedua kesebelasan bermimpi berjumpa Singapura yang ketika itu tak diunggulkan sama sekali.

Karena Thailand tak juga mencetak gol sebagai penentu kemenangan, karena saat itu skor masih imbang 2-2, maka maka Mursyid Effendi, di menit ke-90, menjebloskan bola ke gawang sendiri. Bukan mimik sedih yang tampak, tapi senyum kebahagiaan seperti mencetak gol ke gawang lawan. Dengan hasil ini, Thailand bertemu Vietnam di semifinal, sedang Indonesia jumpa Singapura.

Ternyata Singapura yang keluar sebagai juara untuk pertama kali setelah di final mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0. Sedangkan Indonesia harus puas di tempat ketiga mengalahkan Thailand lewat drama adu penalti, 5-4. Sepanjang 120 menit kedua tim bermain imbang 3-3.

Akibat aksi tersebut, Indonesia dan Thailand dikenai denda karena telah merusak semangat sepakbola. Musrsyid Effendi yang dengan sengaja memasukkan bola ke gawang Indonesia dihukum tak boleh tampil di event internasional seumur hidup. Dia juga tak boleh bermain di liga Indonesia selama setahun.