Sepakbola Gajah, Lahir Dari Dendam Persebaya Atas PSIS

153

Dunia sepakbola Indonesia dikejutkan oleh drama sepakbola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di babak 8 besar Divisi Utama Liga Super Indonesia baru-baru ini. Tapi tahukah anda awal mula lahirnya istilah sepakbola gajah?

Liga Indonesia  - Sepakbola Gajah, Lahir Dari Dendam Persebaya Atas PSIS

Dunia sepakbola Indonesia dikejutkan oleh drama sepakbola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di babak 8 besar Divisi Utama Liga Super Indonesia baru-baru ini. Tapi tahukah anda awal mula lahirnya istilah sepakbola gajah?

Istilah sepakbola gajah mencuat pertama kali pada 21 Februari 1988, ketika Persebaya Surabaya dibantai 0-12 oleh Persipura di ajang kompetisi perserikatan.

Persebaya sengaja mengalah untuk menjegal PSIS Semarang lolos ke babak semifinal. Untuk mewujudkan niatnya itu, Persebaya harus kalah dengan skor minimal 0-4. Dan di luar dugaan, Persebaya justru membiarkan gawangnya dibobol hingga 12 kali oleh Persipura.

Cara memalukan ini rupanya sengaja dilakukan oleh Persebaya sebagai bentuk balas dendam mereka terhadap PSIS Semarang, yang setahun sebelumnya dianggap mengalah dari PSM Makassar di ajang yang sama. Tindakan PSIS Semarang sebelumnya itu telah membuat impian Persebaya lolos ke partai final kandas.

Dari pertandingan ini kemudian muncul istilah sepak bola gajah. Istilah ini, antara lain, lahir karena pertandingan Persebaya kontra Persipura itu dipimpin wasit yang berasal dari Lampung, tempat gajah-gajah bisa bermain bola.

Selain itu, istilah sepak bola gajah juga dipakai karena dalam pertandingan sepak bola gajah yang sesungguhnya –antara lain di Lampung, gajah-gajah tak tahu kemana harus mencetak gol. Mereka sepenuhnya dikendalikan pawang.

Sementara itu, dalam pertandingan PSS Sleman vs PSIS Semarang yang membuat istilah sepak bola gajah kembali populer, PSIS mencetak 2 gol bunuh diri, sedangkan PSS Sleman mencetak 3 gol harakiri. Kedua tim berlomba mencari kekalahan, karena tak ingin menjadi juara Grup N, sehingga mereka tak harus menghadapi Borneo FC yang menjadi runner up Grup P di babak semifinal Divisi Utama Liga Super Indonesia.