Setelah berdamai PSSI dan KPSI bentuk kompetisi baru

15

Babak baru sepakbola Indonesia akan dimulai. PSSI dan KPSI, yang berseteru selama ini, sepakat untuk berdamai melalui mediasi AFC. Setelah berdamai, keduanya akan membentuk kompetisi baru. Semoga sepakbola Indonesia berkembang sesuai harapan Kesepakatan kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh PSSI, ISL, dan KPSI di markas AFC di Kuala Lumpur, Kamis […]

Liga Indonesia  - Setelah berdamai PSSI dan KPSI bentuk kompetisi baruBabak baru sepakbola Indonesia akan dimulai. PSSI dan KPSI, yang berseteru selama ini, sepakat untuk berdamai melalui mediasi AFC. Setelah berdamai, keduanya akan membentuk kompetisi baru. Semoga sepakbola Indonesia berkembang sesuai harapan

Kesepakatan kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh PSSI, ISL, dan KPSI di markas AFC di Kuala Lumpur, Kamis (7/6/2012). Kesepakatan ini merupakan hasil pembicaraan selama dua hari di hadapan Taskforce AFC yang dipimpin oleh Wakil Presiden AFC Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah dan anggota Komite Eksekutif FIFA Dato’ Worawi Makudi.

Dalam acara tersebut, hadir juga Sekretaris Jenderal AFC Dato’ Alex Soosay, Direktur Asosiasi Anggota dan Pengembangan FIFA Thierry Regenass, Direktur Asosiasi Anggota/Hubungan Internasional dan Pengembangan AFC James Johnson, dan Manajer MAs FIFA Marco Leal. Dari Indonesia, hadir Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua PSSI versi KLB Ancol La Nyalla Mattalitti, dan CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.

PSSI dan KPSI sepakat untuk bekerja sama dan berkolaborasi demi kepentingan yang lebih besar, yakni kemajuan sepakbola Indonesia. Butir-butir kesepakatan ini adalah:

1. Pembentukan komite gabungan yang nantinya akan membentuk liga profesional yang baru.

2. Komite sebagaimana disebut di nomor 1 akan bekerja sama dengan FIFA dan AFC untuk meninjau kembali statuta serta permasalahan organisasi lain.

3. Empat Anggota Komite Eksekutif PSSI yang dipecat (La Nyalla, Tony Aprilani, Robertho Rouw, dan Erwin Dwi Budiawan) dikembalikan ke posisinya.

4. ISL yang sekarang berjalan akan terus berlangsung secara terpisah, tapi akan di bawah payung PSSI. Sementara KPSI tidak akan mendirikan badan sepakbola sendiri.