‘Si Penjual Es’ Dideportasi dan Kapok Main Sepakbola di Indonesia

34

  Masih ingat dengan Sergey Litvinov? Ya, dia pemain asing yang membela PSLS dan sempat mencuri perhatian. Gaji tidak dibayar, sampai harus menjadi penjual es. Kini ‘si Penjual Es’ dideportasi dan kapok main sepakbola di Indonesia. Ya, Sergey Litvinov mengaku kapok menjadi pesepakbola di tanah air. Dia masih trauma karena gajinya selama enam bulan belum […]

Liga Indonesia  - 'Si Penjual Es' Dideportasi dan Kapok Main Sepakbola di Indonesia

 

Masih ingat dengan Sergey Litvinov? Ya, dia pemain asing yang membela PSLS dan sempat mencuri perhatian. Gaji tidak dibayar, sampai harus menjadi penjual es. Kini ‘si Penjual Es’ dideportasi dan kapok main sepakbola di Indonesia.

Ya, Sergey Litvinov mengaku kapok menjadi pesepakbola di tanah air. Dia masih trauma karena gajinya selama enam bulan belum dibayar oleh klubnya, PSLS Lhokseumawe. hidupnya terlunta-lunta di Solo karena gaji selama enam bulan tidak dibayar oleh mantan klubnya, PSLS Lhokseumawe Aceh.

Litvinov tercatat sebagai pemain belakang PSLS musim 2013/2014. Sebelum membela PSLS, ia bermain di Solo FC. Lantaran gaji selama enam bulan di PSLS tidak dibayar, ia kembali ke Solo. Nilai gaji yang tidak dibayar adalah Rp 123 juta. Di Kota Solo, sontak hidup Sergey merana. Lantaran krisis finansial yang melanda klub, Sergey tidak malu menyambung hidupnya dengan berjualan jus.

Penderitaannya kian lengkap usai Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta mendeportasinya. Penyebabnya, Litvinov menggunakan visa kunjungan untuk bekerja di Indonesia. Karena hal itu, dia harus dipulangkan ke negaranya, Rusia.

Meski mendapat kesan buruk, dia mengaku tak kapok datang ke Indonesia. Hanya saja kunjungannya ke Indonesia tidak sebagai pesepakbola, sebab dirinya masih trauma dengan kondisi persepakbolaan di Indonesia.

“Nanti saya akan balik lagi ke Indonesia tapi mungkin tidak untuk bermain bola,” kata dia sebelum diantar petugas Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta ke Bandara Adi Soemarmo Solo, Rabu (02/07/2014)

Sempat didesak pertanyaan jika ada klub besar Indonesia yang tertarik, Litvinov akan berpikir ulang.

“Tim besar dan jelas mungkin oke. Tapi kalau tim tak jelas, saya tidak mau. Saya tidak ingin mengulangi kasus seperti ini lagi.”

Semoga pemain sepakbola berbakat dari luar negeri lainnya, seperti Litvinov tidak akan memutuskan menjadi pemain di tanah air sebelum semuanya dibenahi. Semoga hal memalukan seperti ini tidak akan terulang kembali. Amiin…