Tewasnya Akli, Komdis Mulai Bidik Panpel Persiraja vs PSAP

14

  Hinca Pandjaitan, Ketua Komisi Disiplin PSSI (Komdis) PSSI, mulai bidik peran Panitia Pelaksana pertandingan dalam kasus kematian striker Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz. Kasus tewasnya Akli sendiri kini sudah menjadi konsumsi publik Internasional. Komdis PSSI sempat menggelar sidang pertama kasus ini di Kantor PSSI, Kamis (22/05/2014) sore waktu setempat. Sidang itu dihadiri seluruh perangkat […]

Liga Indonesia  - Tewasnya Akli, Komdis Mulai Bidik Panpel Persiraja vs PSAP

 

Hinca Pandjaitan, Ketua Komisi Disiplin PSSI (Komdis) PSSI, mulai bidik peran Panitia Pelaksana pertandingan dalam kasus kematian striker Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz. Kasus tewasnya Akli sendiri kini sudah menjadi konsumsi publik Internasional.

Komdis PSSI sempat menggelar sidang pertama kasus ini di Kantor PSSI, Kamis (22/05/2014) sore waktu setempat. Sidang itu dihadiri seluruh perangkat pertandingan yang bertugas yaitu: Ahmad Renaldi serta Zulkifli selaku asisten wasit 1-2, wasit cadangan Rihendra Purba, serta wasit utama Fajar Emmanuel Ginting.

Berdasarkan laporan yang diterima, Panpel terlihat belum mampu menggelar pertandingan yang aman dan nyaman. Itu terlihat dari minimnya tenaga medis saat pertandingan berlangsung. Hal ini bisa dilihat dari tidak ada dokter dan Ambulance yang berjaga di lokasi.

“Kami akan memeriksa panpel pertandingan. Karena tugas panpel menggelar pertandingan aman dan nyaman,” ujar Hinca di kantor PSSI, Senayan, Jakarta

“Komdis PSSI tidak ragu memberikan sanksi kepada PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi bila diduga lalai.”Sempat dikabarkan penanganan tim medis dan persediaan Ambulance tidak ada, itu akan kami selidiki, kalau perlu Liga Indonesia kami hukum.”

“Karena sesuai regulasi, sebuah laga tidak boleh digelar kalau tidak ada perangkat yang mendukung. Apabila tetap digelar, berarti panitia pelaksana dari Liga Indonesia yang lalai,” sambung Hinca lagi.

Komdis belum mengeluarkan keputusan terkait kasus ini. Namun, Hinca mengaku sudah punya gambaran sanksi yang akan diberikan pada pihak yang bersalah.

“Sidang kali ini, Komdis belum dapat memastikan apapun, kami butuh konfirmasi dari panpel dan tim medis.”

Pihak PSSI telah mempelajari rekaman pertandingan pertandingan. Dari hasil investigasinya, benturan itu bisa dicegah bila wasit tepat meniup peluit offside.

“Kami sudah memeriksa rekaman pertandingan sejak Jumat lalu. Kami lihat ada jeda antara tiupan peluit wasit dengan benturan itu. Harusnya (benturan) itu bisa dihindari.”

“Sebelumnya itu dianggap offside, akan tetapi Agus menyebut tidak mendengar peluit tersebut. Karena itu, kami masih mempelajari. Kami akan mengirim tim ke sana untuk mendapatkan fakta-fakta. Pekan depan baru bisa diputuskan,” pungkasnya.