Timnas U-19 Akan Perbaiki Inkonsistensi

4

  Sebelumnya pada Senin (17/02/2014), timnas U-19 berhasil ditahan imbang 1-1 Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini. Inkonsistensi adalah kendala umum yang cukup menyulitkan dan akan diperbaiki demi kebaikan U-19. Indra Sjafri memang tidak kecewa. “Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan 6 pertandingan uji coba dan laga malam ini berlangsung menarik. Saya melakukan beberapa eksperimen dan […]

Timnas U-19 Akan Perbaiki Inkonsistensi - berita Liga Indonesia

 

Sebelumnya pada Senin (17/02/2014), timnas U-19 berhasil ditahan imbang 1-1 Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini. Inkonsistensi adalah kendala umum yang cukup menyulitkan dan akan diperbaiki demi kebaikan U-19. Indra Sjafri memang tidak kecewa.

“Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan 6 pertandingan uji coba dan laga malam ini berlangsung menarik. Saya melakukan beberapa eksperimen dan susunan komposisi baru karena target kami mencari komposisi terbaik,” buka Indra dalam jumpa pers usai pertandingan.

“Ketika tidak dalam masa uji coba, anak-anak menjalani latihan. Namun sekarang, saatnya belajar soal pertandingan. Tekanan yang ada dalam pertandingan menjadi pelajaran penting bagi anak-anak,” sambungnya lagi.

Ia menilai bahwa salah satu tekanan yang dapat dirasakan dalam pertandingan tersebut adalah dukungan suporter lawan yang hebat. Tekanan lain juga datang ketika Evan Dimas dan rekan-rekannya harus menahan ritme permainan untuk tidak terburu-buru.

“Kami berterimakasih kepada Persijap atas tekanan-tekanan yang ditimbulkan dalam pertandingan tadi. Hasilnya saya dapat melihat, beberapa pemain kami belum dapat mempertahankan konsistensi permainan. Oleh karenanya, kami akan berikan jam terbang yang lebih banyak.”

Dilain pihak, pelatih Persijap U-21, Anjar Jambore Widodo, mengaku kaget dengan hasil yang diraih anak-anak asuhnya, sebab mereka hanya memiliki persiapan yang minim.

“Hasil ini di luar dugaan saya sebagai pelatih. Kami memiliki persiapan paling minim dari semua tim. Modal kami hanya semangat dan militan menjadi gaya khas anak pesisir. Namun yang jelas, laga tadi sudah sesuai dengan simulasi kami yang mengandalkan serangan balik,” ujar Widodo.