Alasan Kenapa Liverpool Bisa Juarai Premier League Musim Ini

  Liverpool tak pernah sekalipun dapat gelar liga sejak berubah nama dan format menjadi Premier League. Tapi ada beberapa alasan kenapa tim ini bisa juarai Premier League untuk musim ini. Bila dirunut ulang, terakhir kali Liverpool menyabet trofi kompetisi kasta tertinggi Inggris adalah pada 1990 silam alias 24 tahun yang lalu, jelas waktu yang cukup […]

Liga Inggris  - Alasan Kenapa Liverpool Bisa Juarai Premier League Musim Ini

 

Liverpool tak pernah sekalipun dapat gelar liga sejak berubah nama dan format menjadi Premier League. Tapi ada beberapa alasan kenapa tim ini bisa juarai Premier League untuk musim ini.

Bila dirunut ulang, terakhir kali Liverpool menyabet trofi kompetisi kasta tertinggi Inggris adalah pada 1990 silam alias 24 tahun yang lalu, jelas waktu yang cukup lama untuk ukuran klub sebesar Liverpool.

Namun musim ini di bawah asuhan Brendan Rodgers, The Reds punya harapan dapat mengangkat trofi Premier League untuk pertama kalinya.

Steven Gerrard untuk sementara duduk di posisi empat dan jika melihat performa tiga klub di atas mereka, Chelsea, Arsenal, dan Manchester City, maka Liverpool memiliki peluang besar menyalip mereka. Masih ada beberapa alasan lain yang patut untuk disimak.

 

SAS

Tak ada pasangan striker yang mencetak lebih banyak gol dari Luis Suarez dan Daniel Sturridge musim ini. Duet yang terkenal dengan julukan SAS itu sudah mengemas total 39 gol, masing-masing 23 gol milik Suarez dan 16 gol Sturridge.

 

Steven Gerrard

Salah satu faktor terbesar kekuatan Liverpool musim ini terletak pada sosok Steven Gerrard. Perannya yang sedikit dimodifikasi oleh Rodgers semakin bisa diterapkan dengan baik olehnya.

Umpan-umpan brilian Gerrard tak jarang berujung menjadi gol Liverpool musim ini. Buktinya, sementara ini ia memuncaki daftar penyumbang assist terbanyak dengan jumlah sembilan assist.

 

Raheem Sterling

Walau pernah dinilai publik sebagai pemain dibawah rata-rata, Raheem Sterling kini membuktikan bahwa anggapan itu salah. Performanya semakin matang di musim ini.

Ditempatkan bergantian di sisi kanan maupun kiri, pemuda 19 tahun itu sanggup merepotkan fullback lawan. Tak hanya itu, ia juga rajin melakukan trackback jika timnya mendapat tekanan.

 

1985-86

Liverpool pernah mengalami situasi serupa dengan saat ini pada musim 1985-86 silam. Kala itu Kenny Dalglish dan rekan-rekannya sempat tertinggal delapan poin dari pimpinan klasemen sementara, Everton saat liga masih menyisakan 12 laga.

Namun Liverpool akhirnya bisa membuat keajaiban dengan melewati 12 laga terakhir tanpa kalah (11 menang, 1 seri) dan unggul dua poin dari The Toffees pada akhir musim.

 

Anfield

Liverpool memiliki rekor kandang terbagus kedua di Premier League setelah Chelsea. Faktor ini ditambah fakta bahwa saingan mereka, Chelsea dan Manchester City masih harus berkunjung ke Anfield di sisa musim ini.

Musim ini sendiri The Reds berhasil mengalahkan semua lawannya di tujuh besar kala bertindak sebagai tuan rumah. Terakhir Arsenal dibantai 5-1.

 

Manchester United

Liverpool terbilang sulit untuk mencuri kemenangan di kandang Manchester United, Old Trafford. Terakhir kali The Reds meraih poin penuh kala bertandang ke Theatre of Dreams adalah lima tahun silam.

Namun kini dengan labilnya kondisi MU dalam asuhan David Moyes, Liverpool berpeluang besar mengulanginya lagi.

Performa Setan Merah di kandang musim ini memang jauh dari kata memuaskan. West Brom, Everton, Newcastle, dan Tottenham berhasil meraih kemenangan di markas keramat tersebut. Jadi, mengapa Liverpool tidak bisa?

 

Arsenal

Liverpool yang berhasil mengalahkan Arsenal 5-1 akhir pekan kemarin jelas berharap jadwal berat saingannya tersebut berpengaruh besar terhadap perjalanan mereka merebut titel Premier League musim ini. Jangan lupa juga, Arsenal kini lagi dihadapkan pada jadwal padat nan berat di Februari ini hingga Maret mendatang.

 

Kompetisi Eropa

Liverpool memiliki keuntungan lain dibanding para saingannya, yakni tidak berlaga di kompetisi antarklub Eropa. Dengan hanya berkonsentrasi pada liga lokal, The Reds bisa fokus memainkan pemain terbaik tanpa takut ancaman kelelahan.

 

Kuat Lawan Tim Medioker

Di musim sebelum-sebelumnya, salah satu penyakit akut Liverpool adalah gagal memaksimalkan poin di laga kontra tim peringkat bawah. Namun itu tak berlaku lagi musim ini, setidaknya hingga pekan ke-26 ini.

Untuk sementara, rekor The Reds menghadapi tim peringkat bawah hanya kalah dari Arsenal. Dari 15 laga kontra tim peringkat 11 ke bawah, anak asuh Rodgers berhasil menang 12 kali, imbang dua kali, serta hanya kalah sekali. Liverpool tinggal menyisakan lima laga dengan tipe seperti ini di sisa musim ini.

 

Set Piece

Sejauh ini, Liverpool merupakan tim yang paling sering mencetak gol dari skema set piece. 23 gol set piece The Reds melebihi 20 gol Manchester City dan unggul sembilan gol dari Chelsea.

Secara keseluruhan, Si Merah sudah mencetak 66 gol, hanya kalah dua gol dari The Citizens. Ini menjadi modal bagus dalam perjalanan merebut juara di sisa musim ini.

Sepakbola.cc