Arsenal Pilih Lemar, Riyad Mahrez Murka Pada Leicester City!

  • Riyad Mahrez geram dengan lambannya Leicester City dalam proses transfernya dan membuat Arsenal beralih ke Thomas Lemar

Riyad Mahrez
Riyad Mahrez

Riyad Mahrez dilaporkan geram kepada Leicester City karena Arsenal telah menunda tawaran 50 juta poundsterlingnya (863 miliar rupiah) dengan beralih ke pemain sayap AS Monaco, Thomas Lemar.

Riyad Mahrez ingin bergabung dengan The Gunners dan merasa klubnya telah menghalanginya untuk bisa hijrah ke stadion Emirates karena dia menolak untuk menandatangani kontrak baru musim panas lalu.

Penampilan Mahrez yang mempesona pada tahun 2015/16 membuatnya memenangkan penghargaan PFA Player of the Year dan membantu Leicester memenangkan Liga Primer, dan dia tetap setia kepada klub tersebut meski mendapat musim yang mengecewakan pada tahun berikutnya.

Arsenal mencoba mengontraknya di bursa transfer tahun lalu dan mencobanya lagi saat ini, dengan harga permintaan 50 juta poundsterling (Rp 863 miliar) berarti manajer Arsene Wenger juga mempertimbangkan Lemar sebagai alternatif.

Pemain berusia 21 tahun itu bersinar bersama Monaco musim lalu dan The Gunners telah mengajukan tawaran 40 juta poundsterling (690 miliar rupiah), dan itu membuat Mahrez marah karena ia ingin keluar dari King Power Stadium, menurut Daily Mirror.

Pelatih The Foxes, Craig Shakespeare telah mendesak untuk menjadi seorang yang profesional, dan Leicestermengklaim telah siap untuk membuat dia tambah frustrasi dengan menyingkirkannyam dari tim utama jika dia tidak berkomitmen penuh pada klub.

“Saat ini dia masih terikat kontrak dengan Leicester dan dia harus bertindak profesional,” kata Shakespeare.

“Kita semua bisa memiliki sedikit emosi yang berubah-ubah tapi ini tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan. Ini berlaku untuk semua orang, tidak hanya Riyad, komitmen dan aplikasinya harus ada di sana.”

“Kami belum mendapatkan tawaran untuknya dan jika tidak ada tawaran, kami tidak punya keputusan untuk dilakukan.”

Mahrez menegaskan bahwa ia ingin keluar dari Leicester awal musim panas ini, dan Shakespeare mengatakan bahwa ia harus menunjukkan kepada semua orang di klub bahwa ia sepenuhnya fokus pada pekerjaannya.

“Dengan membuat pernyataan seperti itu tentu saja, bagaimana anda diterima oleh pemain lain,” Shakespeare menambahkan.

“Kami harus bersikap profesional dengannya tapi yang lebih penting lagi dia harus berkomitmen dan saya pikir dia harus menunjukkan itu kepada fans, staf dan pemain lainnya.”