Pelatih Minta Pemain Arsenal Lebih Kejam Di Awal Laga

8

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, minta anak asuhnya untuk lebih tajam di awal laga agar bisa mengejar ketertinggalan dari Chelsea.

Liga Inggris  - Pelatih Minta Pemain Arsenal Lebih Kejam Di Awal Laga

Liga Inggris  - Pelatih Minta Pemain Arsenal Lebih Kejam Di Awal Laga

 

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, minta anak asuhnya untuk lebih tajam di awal laga agar bisa mengejar ketertinggalan dari Chelsea.

Arsene Wenger percaya Arsenal FC akan memiliki kans besar untuk menjadi juara Liga Inggris andai bisa membenamkan lawan di menit-menit awal laga.

The Gunners sukses mengalahkan klub sesama kota London lainnya, West Ham United dengan skor akhir 1-5, Minggu (04/12) malam WIB.

Padahal sebelumnya Arsenal harus merasakan kekalahan di perempat-final Piala Liga dari Southampton di Emirates, pertengahan pekan lalu.

Dengan kemenangan atas West Ham tersebut, Arsenal sukses tidak terkalahkan dalam 13 laga Liga Inggris dan berada di peringkat kedua di belakang Chelsea dengan selisih tiga poin saja.

Satu-satunya kekalahan yang diderita Arsenal terjadi di pekan pertama dari Liverpool di hadapan para pendukungnya sendiri.

Namun agar bisa mengkudeta CFC, Arsene Wenger ingin para pemainnya lebih tajam meski dalam dua laga Liga Inggris sudah membukukan delapan gol.

“Kami bisa lebih baik. Masih ada ruang untuk perbaikan. Tentu saja presentasi peluang yang bisa dimanfaatkan tidak begitu baik,” ujar pria asal Perancis itu.

“Ini tidak sejalan dengan apa yang telah kami lakukan sejak awal musim. Khususnya di babak kedua.”

“Idealnya anda ingin mengalahkan lawan sejak menit-menit awal. Tapi mesti saya katakan bahwa sejak awal musim, kualitas finishing kami dengan peluang yang bisa diciptakan relatif bagus.”

“Tentu saja lebih baik dibandingkan musim lalu. Kami hanya luput 20 persen dari peluang yang ada pada musim ini. Sedangkan musim lalu 100 persen luput.”

“Saya rasa akhir-akhir ini kami sedikit kehilangan kualitas dari permainan kami dan sedikit luput hasil akhirnya. Seri di sini, imbang di sana. Hasil imbang melawan Paris Saint-Germain tidak sepenuhnya meyakinkan, namun melawan West Ham permainan kami mulai muncul kembali.”