Asisten Capello: Rooney tak tahu terimakasih!

  • Asisten Capello: Rooney tak tahu terimakasih! Bintang Inggris dan Manchester United, Wayne Rooney, dituding sebagai pemain yang tak tahu berterimakasih. Adalah mantan asisten Fabio Capello, Italo Galbiati, yang melontarkan tudingan tersebut terkait ucapan Rooney yang dinilai melecehkan mantan pelatih Inggris, Fabio Capello, tiga hari lalu. Seusai mengantarkan kemenangan Inggris 1-0 atas Ukraina dalam laga terakhir […]

Asisten Capello: Rooney tak tahu terimakasih!

Bintang Inggris dan Manchester United, Wayne Rooney, dituding sebagai pemain yang tak tahu berterimakasih. Adalah mantan asisten Fabio Capello, Italo Galbiati, yang melontarkan tudingan tersebut terkait ucapan Rooney yang dinilai melecehkan mantan pelatih Inggris, Fabio Capello, tiga hari lalu.

Seusai mengantarkan kemenangan Inggris 1-0 atas Ukraina dalam laga terakhir penyisihan Grup D beberapa hari lalu, Rooney langsung mengungkapkan pujiannya kepada pelatih Roy Hodgson. Menurut dia, di bawah asuhan Hodgson, segala instruksi dengan mudah dipahami pemain karena disampaikan langsung dalam bahasa Inggris, tanpa melalui penerjemah.

“Saya pikir, dengan semua orang (pelatih dan ofisial) berasal dari Inggris, semuanya menjadi terbantu. Tidak ada kata yang hilang (lost in translation) dalam menerjemahkan,” kata Rooney.

“Lost in translation” adalah istilah yang digunakan Capello saat mengeluh soal timnas Inggris.

Rooney juga menilai, Hodgson membuat skuad Inggris lebih gembira, lebih santai daripada saat ditukangi oleh pelatih asal Italia, Fabio Capello, pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. “Pelatih mempercayai pemain-pemainnya, di mana hal tersebut sangat membantu para pemain,” tambahnya.

Ucapan Rooney tersebut tentu saja dinilai melecehkan Fabio Capello dan para bekas asistennya. Galbiati, yang merupakan salah satu mantan asisten Capello pun balik menyerang Rooney dengan mengatakan pemain Inggris tersebut tidak tahu berterimakasih.

“Rooney tidak tahu berterima kasih. Capello telah membentuknya sebagai pemain andalan timnas dan seharusnya dihormati,” kecam Galbiati kepada Radio IES. “Lagipula, sepak bola hanya memiliki satu bahasa dan Rooney tidak mengajari kami apapun,” tambahnya.

Mungkin karena begitu kecewa, Galbiati pun berharap agar Inggris dikalahkan Italia dalam laga perempatfinal, Senin (25/6) dinihari WIB.

“Secara fisik Inggris lebih kuat dan mereka juga bagus dalam serangan balik. Namun, saya berharap Italia yang akan menang karena Italia lebih bagus dalam pengorganisasian di lapangan,” kata Galbiati.