Begini Kata-kata Perpisahan Dari Manuel Pellegrini

  • Berita Bola — Manuel Pellegrini akan memainkan laga terakhirnya di posisi manajer Manchester City malam ini, dan ia menyampaikan refleksi sekaligus kata-kata terakhirnya di klub itu. Begini katanya ….

Berita Bola — Manuel Pellegrini akan memainkan laga terakhirnya di posisi manajer Manchester City malam ini, dan ia menyampaikan refleksi sekaligus kata-kata terakhirnya di klub itu. Begini katanya ….

Manuel Pellegrini percaya bahwa warna kebanggan warga Manchester saat ini adalah biru, bukan lagi merah.

Karir selama tiga tahun pelatih asal Chile itu atas Manchester City akan berakhir pada hari Minggu, dengan laga terakhir musim mereka terjadi di kandang Swansea.

Sebuah poin saja di Stadion Liberty akan cukup untuk membawa Manchester CIty lolos kembali ke Liga Champions – dengan mengorbankan tetangga dan pesaing terberat mereka, Manchester United.

Ini juga akan berarti mereka berhasil menyelesaikan tiga musim Pellegrini dengan finish di atas seragam merah Manchester.

Pellegrini mengatakan: “Kedua klub memiliki tim yang hebat tetapi dalam tiga musim terakhir kami telah melakukan lebih baik dari mereka – dan hasilnya memperlihatkan hal itu.”

“Jika Anda membandingkan tiga musim terakhir Premier League – poin, jumlah gol, cara kami bermain di Liga Champions – kami telah lebih baik (daripada Manchester United).”

“Itu memberi saya banyak kepuasan, karena saya tahu apa artinya itu bagi para penggemar.”

“Satu-satunya hal yang saya akan katakan adalah membandingkan Manchester United dengan apa yang telah dilakukan tim-tim besar lainnya.”

“Apakah mereka memenangkan gelar? Apakah mereka mencetak lebih banyak gol dan lebih sedikit kebobolan? Apakah mereka lolos ke Liga Champions? Itulah satu-satunya cara untuk membandingkan. Orang lain harus menganalisis apa artinya itu.”

“Apakah saya pikir mereka telah melakukan lebih buruk daripada kita? Ya betul.”

Pellegrini menegaskan akan ada konsekuensi bagi klub yang gagal finish di empat besar.

Dia menambahkan: “Sangat penting untuk berada di Liga Champions setiap tahun.”

“Jika Anda ingin menjadi tim besar, Anda harus selalu terlibat di Liga Champions karena ada perbedaan besar antara bahwa kompetisi (Liga Champions) itu dan Liga Europa. Jadi, untuk tim besar, jika Anda tidak lolos ke Liga Champions, itu adalah bencana.”

“Berada di Liga Champions lebih menarik bagi pemain. Manchester City telah memainkan lima tahun terakhir di Liga Champions dan itu sebabnya kami selalu mencoba untuk membawa pemain terbaik ke sini.”

Manchester City telah memenangkan gelar Premier League, mengangkat Capital One Cup dua kali dan mencapai babak empat besar Liga Champions untuk pertama kalinya di bawah Manuel Pellegrini.

Hanya Joe Mercer, yang memenangkan tiga piala domestik dan Piala Cup Winners Cup Eropa antara tahun 1968-1970, telah membawa lebih banyak trofi kembali ke tim biru Manchester.

Tapi Pellegrini percaya Manchester City belum memperoleh pujian untuk apa yang sudah mereka lakukan, dan mengklaim bahwa prestasi klub sekarang ini sudah jauh di atas jumlah uang yang sudah dihabiskan oleh Sheikh Mansour.

Hanya Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho memiliki persentase kemenangan yang lebih baik daripada Pellegrini dalam sejarah Liga Premier.

Pellegrini mengatakan: “Orang-orang selalu berbicara hanya tentang uang yang kami telah habiskan. Seolah-olah klub lain tidak menghabiskan uang, sementara beberapa menghabiskan jumlah yang sama [seperti yang Manchester City lakukan].”

“Klub ini tidak pernah memperoleh pujian yang layak. Yang menurut saya sudah harus didapatkan sejak dari tahun pertama.”

“Contohnya pada tahun 2014, orang-orang mengatakan kami hanya menjadi juara karena Liverpool kalah, bukan karena kami menang dan pantas mendapatkan trofi.”

“Jangan lupa bahwa Liverpool tersingkir sangat awal di semua kompetisi piala, sementara kami memenangkan Capital One Cup, mencapai perempat final Piala FA dan juga lolos Liga Champions.

“Kami pantas mendapatkan lebih banyak pujian daripada yang kami terima.”

“Hal ini terjadi karena klub ini telah melakukan dosa, berusaha untuk menjadi tim besar dalam waktu sesingkat-singkatnya.”