Begini Perlakuan Liverpool Yang Mengecewakan Steven Gerrard

  • Antara mulut dan surat kontrak ada ketidaksesuaian. Manajer Liverpool Brendan Rodgers minta Steven Gerrard bertahan, tapi gaji dikurangi 40%, waktu bermain dikurangi, padahal bonusnya yang murah hati bergantung pada penampilan.

Liga Inggris  - Begini Perlakuan Liverpool Yang Mengecewakan Steven Gerrard

Berita Liga Inggris : Antara mulut dan surat kontrak ada ketidaksesuaian. Manajer Liverpool Brendan Rodgers minta Steven Gerrard bertahan, tapi gaji dikurangi 40%, waktu bermain dikurangi, padahal bonusnya yang murah hati bergantung pada penampilan. 

Steven Gerrard menceritakan hal itu dalam buku terbarunya, My Story, seperti dikutip oleh Daily Mail:

Saya punya harapan yang tinggi untuk kontrak terakhir saya di Liverpool, tapi saya ingin itu cepat-cepat diselesaikan supaya aku bisa kembali hanya memikirkan sepak bola.

Brendan Rodgers ingin saya tinggal, tapi tawaran klub tidak mencerminkan itu. Penawaran dari klub lebih mirip seperti ‘Ini sudah waktunya pergi. Nikmati enam bulan terakhir dengan kami dan kemudian mulailah lagi di tempat lain.’

Pertemuan untuk membahas kesepakatan kontrak baru hanya berlangsung selama 15 menit – waktu yang sangat singkat untuk memutuskan akhir dari karir Liverpool saya setelah 27 tahun.

Itu lebih mirip ‘seginilah penawaran kami’. Tampaknya seolah-olah saya lebih butuh mereka daripada mereka butuh saya.

Tawaran itu berupa perpanjangan satu tahun dengan gaji gaji dipotong 40%. Bonusnya sangat-sangat bagus tetapi itu bertentangan dengan apa yang Brendan telah katakan kepada saya. Waktu permainan saya akan menjadi sangat kurang dan berkurang terus tetapi mereka menawarkan insentif terkait kinerja?

Saya tidak punya masalah dengan uang yang ditawarkan. Penurunan besar bisa dimengerti. Pada usia 34 tahun saya bukan pemain yang sama yang mengangkat trofi Liga Champions 10 tahun lalu. Saya juga mengerti bahwa saya akan bermain lebih sedikit – tapi saya masih menghargai diri sendiri sebagai pemain top dan merupakan bagian penting dari tim.

Aku masih kapten dan aku kecewa ditawari kontrak berbasis performance. Saya pikir mereka akan tahu bahwa, selain kebanggaan dalam penampilan saya sendiri dan cinta abadi untuk Liverpool, saya tidak perlu insentif untuk bermain sepenuh hati.

Saya sebenarnya menginginkan Liverpool bisa menawarkan saya kontrak satu tahun lagi, termasuk kesempatan untuk membuat transisi ke staf kepelatihan tim pertama. Satu tahun bersama dengan Brendan dan stafnya akan menjadi pengalaman berharga – seperti yang dinikmati oleh Ryan Giggs, Phil Neville dan Garry Monk di klubnya masing-masing.

Karir saya adalah melulu tentang sepak bola: bukan uang banyak atau gambar selebriti yang benar-benar menarik minat saya. Jadi saya tidak punya masalah ketika menjadi jelas bahwa jika saya memutuskan untuk bermain di Major League Soccer dengan LA Galaxy, saya akan menerima uang jauh lebih sedikit daripada jika saya tetap tinggal di Liverpool.

Ini juga mengapa saya menolak tawaran sebesar Rp 220 Milyar untuk bermain di Qatar selama dua tahun. Itu jauh lebih besar daripada apa pun yang pernah saya terima, tapi Qatar bukan tempat yang tepat untuk saya dan keluarga saya.

Amerika jauh lebih menarik. MLS akan memungkinkan saya untuk terus bermain di tingkat yang layak selama beberapa tahun dan menghabiskan waktu yang tepat dengan istri saya, Alex, dan anak perempuan saya jauh dari tekanan kehidupan di Liverpool.

Secara profesional, saya tidak bisa menerima menjadi pemain biasa. Aku ingat melihat Frank Lampard – pemain hebat – duduk di bangku cadangan selama seminggu di Manchester City setelah ia meninggalkan Chelsea. Saya tidak begitu. Saya selalu ingin bermain.

Liga Inggris  - Begini Perlakuan Liverpool Yang Mengecewakan Steven Gerrard