Cesc Kena Larangan Nyetir 6 Bulan

  • Tak bisa lari cepat di lapangan, gelandang Chelsea Cesc Fabregas melampiaskannya di jalanan Inggris dan tertangkap polisi. Ia mengaku bersalah dan kena tilang selain larangan menyetir mobil selama enam bulan ke depan.

Liga Inggris  - Cesc Kena Larangan Nyetir 6 Bulan

Berita Bola : Tak bisa lari cepat di lapangan, gelandang Chelsea Cesc Fabregas melampiaskannya di jalanan Inggris dan tertangkap polisi. Ia mengaku bersalah dan kena tilang selain larangan menyetir mobil selama enam bulan ke depan.

Pemain internasional Spanyol itu baru-baru ini tertangkap kamera kecepatan oleh polisi tengah mengemudi sekencang 171 km per jam di jalan raya A3 di Surrey, Inggris.

Sebuah pengadilan di Inggris pada hari Jumat mendengarkan laporan bahwa Fabregas telah dikenakan tilang setelah melebihi batas kecepatan 80 km per jam, dan sudah mengaku bersalah.

Fabregas diketahui berada di balik kemudi mobil berwarna hijau Aston Martin Vantage pada saat itu.

Dia diperintahkan untuk membayar denda total senilai Rp 55,1 juta.

Sang pemain Chelsea diberi enam poin pada kartu SIM-nya, yang menyebabkan poin pelanggarannya berjumlah 12 total dan karena itu secara otomatis memberinya larangan mengemudi selama enam bulan.

Pengacara Fabregas Ben Waidhofer mengatakan kepada pengadilan: “Tentu saja, dia telah mendapatkan pelajaran hari ini.”

“Dia (Fabregas) benar-benar menyesal. Dia jera dan ingin menandai masalah ini.”

“Ini bukan pelanggaran berulang dari untuk kamera kecepatan, menerobos lampu merah, mengemudi tanpa asuransi dan mengemudi tanpa lisensi.”

“Hal-hal seperti itu tidak muncul dalam kasus ini. Apa yang saya dapat beritahu Anda adalah bahwa ini adalah seseorang yang tidak akan melakukannya lagi.”

Tempat latihan Chelsea berada di dekat jalan raya A3 di Stoke Road, Stoke D’Abernon, Cobham.

Mantan bintang Arsenal dan Barcelona itu yang bernama lengkap Francesc Fabregas Soler telah memegang lisensi mengemudi sejak tahun 2006, kata pengadilan.

“Ini bukan seseorang yang terus-menerus melanggar peraturan lalu lintas jalan,” tambah pengacaranya, Ben Waidhofer.

“Dalam periode 10 tahun ia hanya terkena pelanggaran pada lisensinya.”