Korban Kasus Paris Diteror Tetangganya Yang Fans Chelsea

Kasihan empat fans Chelsea ini, dilarang nonton bola selama lima tahun ke depan. Tapi lebih kasihan lagi korbannya, diteror oleh sesama suporter Chelsea yang jadi tetangganya.

Federico Bernardeschi telah meninggalkan kamp latihan Fiorentina, membuka spekulasi bahwa ia akan segera hengkang ke Juventus.

Berita Bola: Korban Kasus Paris Diteror Tetangganya Yang Fans Chelsea

Berita Liga Inggris: Kasihan empat fans Chelsea ini, dilarang nonton bola selama lima tahun ke depan. Tapi lebih kasihan lagi korbannya, diteror oleh sesama suporter Chelsea yang jadi tetangganya.

Sebanyak empat penggemar Chelsea yang menghadapi larangan perjalanan untuk laga-laga internasional karena dugaan keterlibatan mereka dalam insiden rasis di Paris Métro maju ke pengadilan pada hari Rabu untuk melawan perintah larangan itu.

Orang-orang itu akan muncul di depan pengadilan Stratford, London Timur, setelah rekaman video menunjukkan seorang pria kulit hitam berusaha masuk ke dalam kereta Métro tapi didorong keluar oleh sekelompok penggemar yang bepergian ke pertandingan PSG vs Chelsea di ajang Liga Champions, Februari.

Polisi Metropolitan berusaha untuk melarang orang-orang itu untuk menghadiri pertandingan sepak bola Inggris, dan dari bepergian ke luar negeri selama periode yang ditetapkan oleh Departemen Dalam Negeri sebagai bertepatan dengan pertandingan sepak bola besar.

Pada sidang pendahuluan di bulan Maret, mereka mengatakan akan banding atas larangan tersebut. Tapi satu orang, Dean Callis, 32 tahun, dari Islington, London Utara, akhirnya menerima larangan tersebut minggu lalu.

Ia dilarang menghadiri pertandingan sepak bola di Inggris selama lima tahun, dan akan dipaksa untuk menyerahkan paspornya ke kantor polisi Islington selama “periode kontrol” dari Departemen Dalam Negeri yang akan mencegah dia bepergian ke pertandingan di luar negeri.

Sementara itu di Paris, Souleymane S, 33, seorang manajer penjualan warga Prancis yang tertangkap kamera tengah didorong keluar dari kereta, mengatakan hidupnya telah hancur gara-gara serangan itu. “Ini adalah trauma yang saya tidak bisa atasi,” katanya.

Berita Bola: Korban Kasus Paris Diteror Tetangganya Yang Fans Chelsea

“Anda berada pada jalan pulang dari kerja dan Anda didorong keluar dari Métro hanya karena Anda berkulit hitam dan orang-orang yang melakukannya mengatakan, ‘Ya, kami rasis dan kami menyukainya seperti itu, kami baik-baik saja dengan itu’.”

“Semua yang saya lakukan hanyalah berusaha pulang. Saya mencoba untuk langsung kembali bekerja dan melanjutkan hidup setelah serangan itu, tapi karena trauma saya menemukan sangat sulit untuk kembali pada Métro. Saya tidak naik Métro lagi. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya sedang dirawat karena depresi dan aku harus mengambil cuti sakit dari pekerjaan. Rasanya seolah-olah saya bukan orang yang sama sebelum serangan itu.”

Ayah dari tiga anak itu menceritakan, dirinya sering dianggap sebagai orang yang mengambil tindakan hukum terhadap para penggemar Chelsea. “Ada pendukung Chelsea di lingkungan saya tinggal yang mengejek saya. Saya takut untuk pergi keluar.

“Orang-orang tersebut bisa diidentifikasi, kita tahu siapa mereka, mereka tahu siapa mereka dan mereka tahu apa yang mereka lakukan. Tapi mereka berjalan bebas, sementara saya merasa seperti dalam semacam penjara. Saya hanya ingin sidang, saya ingin keadilan bisa ditegakkan. Apa yang terjadi adalah serius – itu bukan masalah kecil – dan jika keadilan tidak dilakukan, maka apa pesan yang akan dikirimkan?”

Jika terbukti bersalah, hukuman maksimal yang para pelaku rasis itu bisa hadapi adalah tiga tahun penjara dan denda Rp 640 juta.

Sepakbola.cc