Tuduhan Suap, Dua Klub Premier League Kebakaran Jenggot!

Klub Liga Inggris Southampton FC akan melakukan investigasi internal setelah salah satu petingginya diyakini pernah menerima suap ketika bekerja di tim lain. Asisten pelatih tim utama Eric Black sedang diselidiki oleh Southampton FC atas tuduhan suap yang dilakukannya ketika masih melatih klub lain. Penyelidikan sembunyi-sembunyi yang dilakukan Daily Telegraph ternyata berimbas kepada Southampton dimana Black […]

Liga Inggris  - Tuduhan Suap, Dua Klub Premier League Kebakaran Jenggot!

Klub Liga Inggris Southampton FC akan melakukan investigasi internal setelah salah satu petingginya diyakini pernah menerima suap ketika bekerja di tim lain.

Asisten pelatih tim utama Eric Black sedang diselidiki oleh Southampton FC atas tuduhan suap yang dilakukannya ketika masih melatih klub lain.

Penyelidikan sembunyi-sembunyi yang dilakukan Daily Telegraph ternyata berimbas kepada Southampton dimana Black terekam dalam barang bukti video.

Mantan manajer Coventry City dan Aston Villa itu diyakini mengetahui adanya rekan di klub lain yang bersedia disuap untuk menerima pemain-pemain tertentu dan bahkan menyarankannya.

Padahal pembayaran seperti itu sangat terlarang oleh FA di Liga Inggris.

Setelah kabar soal kasus suap dan korupsi ini muncul, The Saints langsung mendekati FA agar tidak dipersulit dan membersihkan namanya.

“Kami telah menghubungi FA dan Liga Premier, dan berniat untuk bekerja sama dengan kedua organisasi tersebut dalam hal ini ketika faktanya sudah jelas.”

“Southampton Football Club berkomitmen dengan penuh dalam proses investigasi pada situasi apa pun yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan klub, para pekerja atau masyarakat secara luas,” tulis pernyataan klub.

Merasa tidak bersalah, perwakilan Black membantah pemberitaan Telegraph yang menuduhnya mengetahui praktik seperti demikian.

“(Black) tidak ingat Tuan mcGayver dalam hal pembicaraan soal ofisial klub bisa dibayar ketika proses negosiasi transfer. Hal tersebut bukan menjadi tujuan dalam pertemuan yang dilakukan, sebagaimana diyakini klien kami,” ujar pengacara Black.

“Setiap tuduhan yang menyebutkan Black terlibat dalam hal seperti ini adalah kebohongan.”

Bukan hanya Southampton saja yang kebakaran jenggot, Queen Park Rangers pun langsung melakukan penyelidikan internal setelah manajer Jimmy Floyd Hasselbaink diyakini meminta uang sebesar Rp 925 ratus juta agar bersedia menerima pemain tertentu.

“Pertama-tama, klub ingin mengucapkan bahwa kami menganggap tuduhan (korupsi dan suap) sebagai hal yang serius,” dalam pernyataan QPR.

“Sebagai bagian dari proses investigasi, CEO Lee Hoos dan direktur sepakbola Les Ferdinand telah bersua dengan Hasselbaink pagi ini (Kamis 29/9) untuk mendengar opininya perihal masalah ini.”

“Setelahnya, pertemuan dilakukan di pusat latihan Harlington, dimana semua pemain dan staf mendapatkan penjelasan soal sikap klub oleh Hoos.”

“Sebagai bagian dari proses investigasi yang masih berlangsung, klub membutuhkan video yang belum diedit dan transkrip pembicaraan dimana diskusi tersebut dilakukan.”

“Kami menyadari fans QPR ingin agar masalah ini segera ditindaklanjuti dengan cepat dan itu senada dengan keinginan klub. Untuk sementara waktu Hasselbaink dan stafnya akan terus memegang tim utama.”

Asisten manajer klub divisi dua Barnsley, Tommy Wright telah dipecat pada Kamis (29/9) kemarin karena menerima uang sebsar Rp 84 juta dari perusahaan fiktif buatan Telegraph, Far Eastern.