Paul Pogba Jangan Dibandingkan Dengan Bale atau Ronaldo

  • Jamie Carragher mengatakan jika Paul Pogba tidak semestinya dibanding-bandingkan dengan Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo hanya karena mematahkan status pemain termahal se dunia

Jamie Carragher mengatakan jika Paul Pogba tidak semestinya dibanding-bandingkan dengan Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo hanya karena mematahkan status pemain termahal se dunia. Trus? Sama siapa lagi dong?

Bagi Jamie Carragher, nama Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo tidak bisa disandingkan serupa dengan Paul Pogba.

Menurut eks pemain belakang Liverpool tersebut, meski ketiganya menjadi pesepakbola termahal di dunia namun Carragher meyakini Jose Mourinho tidak mencari pemain seperti duo Madrid tersebut.

Paul Pogba telah resmi dibeli oleh Manchester United pada Senin (8/8) kemarin, dengan transfer sebesar Rp 1,6 triliun.

Rekor tersebut memecahkan pembelian termahal Gareth Bale oleh Real Madrid dari Tottenham Hotspur yang berada di angka Rp 1,4 triliun.

Sebelumnya, ada Cristiano Ronaldo yang juga didatangkan oleh El Real dari Manchester United dengan mahar sebesar Rp 1,3 triliun.

Dalam kolomnya di Daily Mail, Jamie Carragher meminta dunia sepak bola Inggris untuk tidak melihat Paul Pogba sebagai ancaman, namun kebangkitan.

“Lupakan soal uang. Saat ini Paul Pogba menjadi pemain termahal sepanjang sejarah sepak bola. Manchester United tidak melakukan perjudian,” tulisnya.

“Transfer Pogba bukan lah ancaman kepada struktur finansial masa depan United. Mereka bisa membayar jumlah uang tersebut.”

“Anda pun harus melupakan soal membandingkan Pogba dengan pemain lainnya yang berharga hampir setara. Jose Mourinho tidak memboyong kembali Pogba untuk melakukan apa yang Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo lakukan di Real Madrid. Bukan itu perkaranya.”

“Apa yang United lakukan adalah membeli pemain muda yang mempunyai potensi dan bakat untuk menjadi pahlawan selanjutnya.”

“Pogba bisa menjadi pemain tengah terbaik di dunia dan membawa klubnya ke posisi teratas.”

“Akan tetapi, untuk bisa sukses Pogba harus membandingkan diri dengan geladang lainnya seperti Steven Gerard, Frank Lampard dan Yaya Toure, yang selama ini mejadi kunci kesuksesan Liverpool, Chelsea dan Manchester City.”

“Ini merupakan tantangan yang dihadapi Pogba: bisakah ia membawa United melaju di saat sulit?”

“Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, setelah melihat permainan dia di Euro 2016, apakah dia hanya dinilai berlebihan daripada yang seharusnya. Saya rasa dia bermain bagi di turnamen itu secara keseluruhan dan menunjukan beberapa penampilan brilian.”

“Saya yakin besarnya transfer yang terlibat tidak akan membebani dia. Pogba sudah biasa dengan tekanan, sebab ia pernah bermain di final Liga Champions bersama Juventus dan di final Euro 2016.”

“Pogba pun terlihat lebih santai dalam beberapa sesi wawancara yang sudah dirilis saat ini.”

“Pembelian Pogba merupakan hal yang bagus bagi Liga Inggris, bukan hanya untuk United. Sudah lama kita hanya bisa melihat pemain-pemain terbaik dibeli oleh Real Madrid dan Barcelona. Jadi keputusan Pogba untuk kembali ke Inggris sudah seharusnya diapresiasi daripada hengkang ke Spanyol,” tambahnya.