Shkodran Mustafi Lega Tinggalkan Valencia!

  • Bek anyar Arsenal, Shkodran Mustafi yang diboyong dari Valencia ini mengaku lega bisa meninggalkan Valencia karena ia berada di periode yang sulit di klub Spanyol tersebut. Shkodran Mustafi resmi mendarat di Emirates setelah ditebus 35 juta euro dari Valencia pada Selasa, dan gabung dengan koleganya di timnas Jerman Per Mertesacker serta Mesut Ozil. Namun, pemain […]

Shkodran Mustafi Arsenal 2

Bek anyar Arsenal, Shkodran Mustafi yang diboyong dari Valencia ini mengaku lega bisa meninggalkan Valencia karena ia berada di periode yang sulit di klub Spanyol tersebut.

Liga Inggris  - Shkodran Mustafi Lega Tinggalkan Valencia!
sumber: twitter.com

Shkodran Mustafi resmi mendarat di Emirates setelah ditebus 35 juta euro dari Valencia pada Selasa, dan gabung dengan koleganya di timnas Jerman Per Mertesacker serta Mesut Ozil.

Namun, pemain 24 tahun ini mengaku sempat deg-degan dengan proses kepindahan ke klub London utara ini meski peluang hengkang sudah terungkap di awal jendela transfer. Hal tersebut karena ada masalah dokumen yang membuat transfer Mustafi tak kunjung tuntas hingga menjelang batas akhir bursa jual beli pemain.

“Saya sudah menjalani beberapa transfer dalam karier, tapi itu tidak pernah sekacau ini. Saya bilang kepada pihak klub, saya ingin terus melanjutkan perkembangan di tim yang main di Eropa. Tapi butuh waktu lama sampai klub menyepakati transfer.” ungkap Mustafi.

Pemain internasional Jerman ini juga menambahkan, Valencia mengalami banyak perubahan sejak ia datang di klub dua tahun sebelumnya.

Mustafi pindah ke Valencia dari Sampdoria menyusul penampilannya di Piala Dunia 2014 dan klub finis keempat pada musim pertamanya di Spanyol. Namun, segalanya berubah di musim 2015/16 ketika klub menyudahi kampanye di urutan ke-12. Krisis di klub berujung pada seringnya pergantian pelatih, termasuk mantan bek Manchester United Gary Neville.

“Agak mencolok dengan tiga pelatih baru, direktur olahraga baru dan presiden baru. Sebagai pemain, tidak mudah mengatasinya. Musim lalu sangat penuh tuntutan. Klub ingin lolos Liga Champions, namun tiba-tiba kami hanya empat poin di atas zona degradasi.”

“Banyak hal berubah sejak saya gabung pada 2014. Anda mungkin berada di kota yang sama, klub yang sama, tapi lingkungan terus berubah. Tidak mudah menyebut ini sebagai rumah.” tuntas Mustafi.