Daftar Tim Yang Paling Dirugikan Soal Cedera Pemain

  • Arsenal termasuk satu dari antara tiga tim yang terbanyak mengalami kerugian secara finansial untuk urusan cedera pemain, menurut sebuah data terbaru. Tapi manakah tim Premier League yang paling sedikit mengalami kerugian untuk masalah cedera? Kamu tidak akan sangka ….

Berita Liga Inggris : Arsenal termasuk satu dari antara tiga tim yang terbanyak mengalami kerugian secara finansial untuk urusan cedera pemain, menurut sebuah data terbaru. Tapi manakah tim Premier League yang paling sedikit mengalami kerugian untuk masalah cedera? Kamu tidak akan sangka ….

Cedera menyebabkan klub-klub Premier League harus mengeluarkan uang yang setara dengan Rp 5,2 Trilyunmusim lalu, dengan Newcastle dan Arsenal adalah dua klub teratas yang memiliki tagihan pemain cedera lebih dari Rp 400 Milyar.

Hal itu menurut formula hitung-hitungan baru, yang baru saja diakui oleh UEFA, khusus untuk mengkalkulasi kerugian setiap klub.

Rata-rata, setiap klub Premier League kehilangan uang sebesar Rp 270 Milyar untuk masalah cedera pemain di musim 2014-15, dengan Everton dan Manchester United menduduki urutan ketiga dan keempat dengan ongkos mendekati Rp 400 Milyar.

Manajer Arsenal Arsene Wenger baru-baru mengakui keprihatinannya atas tingkat cedera di klub itu yang bisa menghambat usaha merebut trofi, sebuah kecemasan yang telah berlanjut sejak musim lalu.

Arsenal saat ini memiliki beberapa pemain absen akibat cedera, termasuk Alex Oxlade-Chamberlain, Aaron Ramsey (keduanya otot paha belakang), Theo Walcott (betis), Mikel Arteta (pergelangan kaki/kaki), Jack Wilshere (kaki), Tomas Rosicky dan striker Danny Welbeck (keduanya lutut).

Di ujung lain dari daftar itu, juara bertahan Chelsea adalah klub yang paling kecil kerugiannya dalam soal cedera pemain, hanya sebesar Rp 120 Milyar.

Telah ditemukan bahwa Premier League dan klub-klub Eropa terkemuka membayar rata-rata Rp 8,2 Milyar per bulan untuk setiap pemain yang cedera.

Perhitungan soal berapa banyak duit klub yang tersita untuk setiap pemain yang cedera dirancang oleh Sergei Palkin, CEO Shakhtar Donetsk, sebuah klub asal Ukraina.

Palkin, yang adalah mantan akuntan PricewaterhouseCoopers, datang dengan sistem perhitungan yang mempertimbangkan komponen-kompnen upah yang diterima oleh pemain yang cedera, biaya pengobatan cedera, biaya premi asuransi dan implikasi keuangan dari tim yang lebih lemah di kompetisi domestik dan Eropa.

Formula itu kemudian telah diteliti dan diterima oleh Komite Medis UEFA.