Begini Kata Drogba Soal Mourinho

Menurut Didier Drogba, di periode sebelumnya di Chelsea pun Jose Mourinho menemukan dirinya sudah semakin sulit dipahami oleh para pemainnya setelah tiga musim.

Menurut Didier Drogba, di periode sebelumnya di Chelsea pun Jose Mourinho menemukan dirinya sudah semakin sulit dipahami oleh para pemainnya setelah tiga musim.

Setelah memenangkan dua gelar Premier League, dua Piala Liga dan satu Piala FA antara 2004 dan 2007, Mourinho meninggalkan Stamford Bridge di awal musim keempatnya menyusul beberapa hasil buruk.

Sekarang, hanya beberapa bulan setelah memberikan gelar Premier League lagi untuk Chelsea, Mourinho menemukan dirinya di bawah tekanan serius setelah 12 pertandingan musim ketiganya di kursi panas tersebut.

Dalam kutipan dari otobiografinya, ‘Commitment’, seperti dikutip dari Daily Mirror, Drogba menulis bahwa periode kepelatihan Mourinho pun berjalan seperti itu: “Saya percaya hal-hal sering terjadi dalam siklus tiga tahunan dan kami telah tiba di akhir siklus tersebut.”

“Pada awal musim keempat Jose bertugas, saya pikir kami sudah mulai mencapai titik di mana itu kadang-kadang sulit bagi instruksinya untuk sampai kepada para pemain.”

“Kami ingin mendengar itu, kami mencoba, tapi entah bagaimana kami telah kehilangan sedikit dari apa yang membuat kami istimewa.”

Namun Drogba memiliki banyak pujian untuk mantan manajernya.

“Salah satu dari banyak kualitasnya adalah bagaimana ia membawa mentalitas pemenang untuk semua tim yang ia kelola,” kata Drogba. “Setelah Anda tahu bagaimana melakukannya, Anda tidak pernah lupa, tetap bersama dengan Anda selama-lamanya. Dan itulah yang dia lakukan dengan para pemainnya, di mana pun klub dia berada.”

“Mayoritas pelatih ketika mereka tiba di klub baru, mereka akan berkata, ‘Saya akan mencoba untuk menang, tapi itu akan sulit.’ Sementara Jose mengatakan, ‘Saya di sini untuk menang’.”

“Itu menular ke para pemainnya.”

Sepakbola.cc