Van Gaal Memang Layak Sombongkan Diri

Banyak orang mencap manajer Manchester United Louis van Gaal sebagai sosok yang arogan. Dia tak peduli dengan tudingan itu. Justru dia mengklaim dirinya memang layak sombong karena banyak berinovasi.

Banyak orang mencap manajer Manchester United Louis van Gaal sebagai sosok yang arogan. Dia tak peduli dengan tudingan itu. Justru dia mengklaim dirinya memang layak sombong karena banyak berinovasi.

Dalam wawancara dengan The Telegraph, Van Gaal memuji dirinya telah melakukan banyak inovasi dalam metode kepelatihan yang belum pernah dilakukan oleh pelatih lain sebelumnya. Dia juga mengklaim sukses dalam membesut klub besar sebelumnya seperti Ajax Amsterdam, Barcelona dan Bayern Munchen.

“Saya juga seorang inovator, dan saya sudah banyak mengubah cara kami mempersiapkan pertandingan. Saya adalah pelatih pertama yang menggunakan notebook. Saya juga yang pertama menggunakan video,” ungkap Van Gaal menunjuk kehebatannya.

“Saya yang memulai itu semua. Saya sebelumnya harus bekerja siang malam untuk mempersiapkan tim. Kadang saya mengalami masa yang buruk karena saya terlalu arogan, saya mengatakan semua hal apa adanya. Ini amat sulit, namun Anda harus bisa bertahan. Sebagai pemimpin, Anda harus bisa melakukan itu,” tambahnya.

Pernyataan Van Gaal ini sebagai jawaban atas sejumlah kritikan terhadapnya, termasuk dari mantan pemain MU, Paul Scholes, yang menganggap Manchester United tak tampil terlalu agresif. Bahkan pekan lalu, Scholes secara keras menyatakan kalau MU ‘tidak membutuhkan filosofi Van Gaal’.

Menjawab kritikan Scholes itu, Van Gaal memberi contoh lewat apa yang dia lakukan di Ajax Amsterdam pada 1990-an. Waktu itu, Van Gaal menerapkan filosofi sepakbola menyerang yang terkenal.

“Kami tidak punya banyak uang dan kami bangkrut, jadi saya harus menggunakan pemain muda. Kami melihat ada Jari Litmanen, seorang pemain Finlandia, yang kami beli dengan harga 10.000 poundsterling,” tutur Van Gaal pada The Telegraph.

“Kami juga membeli Findi George, pemain Nigeria yang berharga 3.000 poundsterling. Saya membelinya sendiri! Dan kemudian kami mendatangkan Marc Overmars. Namun Anda cuma ingat nama Seedorf, Kluivert, Reizeger.”

“Kami memenangkan segalanya dengan sepakbola menyerang. Saya tidak ingin mengatakan terlalu banyak, karena Scholes akan marah,” jelas Van Gaal.

Sepakbola.cc