Terungkap N’Golo Kante Tolak Gabung Manchester United

27

N’golo Kante datang ke Chelsea awal musim panas ini setelah bermain apik bagi Leicester dan berhasil membawa klub tersebut menjadi jawara Liga Inggris musim lalu. Chelsea harus mengeluarkan biaya sebesar 30 juta poundsterling untuk mengeluarkan N’golo Kante dari King Power Stadium. Kante merupakan salah satu pemain yang memiliki peran besar dalam membawa Leicester City menjuarai […]

N’golo Kante datang ke Chelsea awal musim panas ini setelah bermain apik bagi Leicester dan berhasil membawa klub tersebut menjadi jawara Liga Inggris musim lalu.

Chelsea harus mengeluarkan biaya sebesar 30 juta poundsterling untuk mengeluarkan N’golo Kante dari King Power Stadium. Kante merupakan salah satu pemain yang memiliki peran besar dalam membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris pada musim 2015/2016.

N’golo Kante menceritakan bahwa sebelum dirinya memutuskan pindah ke Stamford Bridge, ia telah dihubungi terlebih dahulu oleh pelatih Manchester United, Jose Mourinho, yang menginginkan dirinya untuk bergabung bersama United.

Jose Mourinho menginginkan Kante menjadi tumpuan di lini tengah bagi Manchester United. Kante mengungkapkan dirinya lebih terpesona oleh proyek yang di tawarkan oleh pelatih Chelsea, Antonio Conte, dan menolak permohonan pribadi yang diajukan oleh Mourinho.

“Luar biasa sampai Mourinho menelpon saya, meskipun saya sudah diperingatkan terlebih dahulu bagaima ia akan mencoba merayu saya. Saya mendengarkan argumennya tentang mengapa saya harus pindah ke United,” ujar Kante.

“Tapi saat itu saya masih ragu-ragu antara tinggal di Leicester atau berangkat ke Chelsea. Diskusi saya dengan mereka berjalan dengan baik. Tapi ketika saya berbica, saya punya perasaan yang baik terhadap Conte.”

Kante merupakan rekrutan pertama Antonio Conte sejak pelatih asal Italia itu mengambil alih tonggak kepemimpinan tim asal London Barat itu pada awal musim ini. Kante mengatakan dirinya tidak ingin menjadi pemain bintang, namun dirinya lebih memilih untuk menjadi pemain yang komplit.

“Di Chelsea saya berada di ruang ganti yang bertabur bintang. Menjadi bintang dari pertandingan tidak menarik minat saya. Itu level tertinggi, kecuali anda memiliki kualitas yang luar biasa. Ya, saya merasa saya merupakan permain yang cukup komplit, tetapi saya bukan pemain yang luar biasa. Seorang seperti Riyad Mahrez mungkin iya, dia memiliki bakat teknik yang nyata.”