Bos Man Utd Tuntut Semua Pemain Cetak Gol

Jose Mourinho menuntut para pemainnya untuk ikut memecahkan masalah mencetak gol Manchester United di setiap laga.

Liga Inggris  - Bos Man Utd Tuntut Semua Pemain Cetak Gol

Manchester United adalah pencetak gol paling sedikit dalam tujuh besar Premier League musim lalu dengan hanya 54 gol. Zlatan Ibrahimovic mencatatkan 17 gol dari 28 gol di semua kompetisi sebelum kampanyenya berakhir lebih awal karena cedera ligamen lutut, lapor ESPN. 

Pemain berusia 35 tahun itu adalah satu-satunya pemain United yang memiliki gol dua digit musim lalu. Namun pemain asal Swedia itu telah dibebaskan oleh klub di akhir musim. Sebagai penggantiny Mourinho memercikkan 75 juta pound (Rp 1,3 Triliun) untuk memboyong Romelu Lukaku, yang mencetak 25 gol Liga Inggris untuk Everton musim lalu.

Namun, bos United tersebut menegaskan bahwa klub bukan hanya menggantungkan diri pada pemain Belgia itu dalam hal mencetak gol. Dalam sebuah konferensi pers pada hari Juma, ia meminta semua pemain untuk berusaha mencetak gol.

“Apa yang saya dapatkan di klub lain adalah lebih banyak pemain yang mencetak gol, lebih baik. Apa yang kami dapatkan adalah gelandang, sayap, semua mencetak gol, bek tengah mencetak gol.”

“Kami selalu memiliki lebih banyak gol dari sayap, gelandang mendapatkan 10 gol, bek tengah mendapatkan lima gol dan musim lalu itu tidak banyak terjadi. Kami fokus pada striker yang mencetak gol dan saat itu tidak terjadi, kami dalam masalah.”

Kurangnya gol memberi kontribusi pada 10 kali hasil imbang di liga di Old Trafford yang membuat klub tersebut gagal mendapat kesempatan untuk menantang Chelsea untuk mendapatkan gelar liga musim lalu. Salah satunya melawan West Ham, lawan United pada hari Minggu (13/8) besok saat musim baru dimulai.

Mourinho menambahkan: “Tantangannya adalah memenangkan lebih banyak pertandingan daripada yang kami lakukan, dengan mencetak gol lebih banyak atau lebih sedikit kebobolan.”

“Kami hanya kehilangan satu pertandingan di kandang sendiri dan di piala kami tidak pernah kalah, tapi terlalu banyak hasil imbang.”