Ranieri Enggan Komentari Kehadiran Mourinho

Berita Bola — Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri, enggan mengomentari rencana perekrutan Jose Mourinho oleh Manchester United. Dia hanya fokus menyiapkan timnya untuk mempertahankan gelar Premier League musim depan.

Berita Bola — Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri, enggan mengomentari rencana perekrutan Jose Mourinho oleh Manchester United. Dia hanya fokus menyiapkan timnya untuk mempertahankan gelar Premier League musim depan.

Meski belum ada pengumuman resmi dari Manchester United, namun hampir dipastikan Mourinho jadi manajer baru tim Setan Merah musim depan. Dia menggantikan posisi Louis van Gaal yang dipecat Senin (23/5) lalu, atau 48 jam setelah MU meraih trofi Piala FA,

Banyak pro kontra di kalangan pengamat maupun legenda Manchester United tentang penunjukkan Mourinho. Yang pro mengatakan Mourinho bisa mengembalikan kejayaan MU seperti di era Alex Ferguson. Tapi tak sendikit pula yang mengatakan filosofi bermain Mourinho tidak cocok dengan karakter dan tradisi MU.

Tapi apa pun itu, kehadiran Mourinho di Old Trafford bakal membuat kompetisi Premier League akan bertambah marak dan seru. Karena akan terjadi persaingan di antara empat manajer muda yang sama-sama punya catatan prestasi apik, yaitu Josep Guardiola (Manchester City), Jurgen Klopp (Liverpool), Antonio Conte (Chelsea), dan Jose Mourinho (MU).

Bagaimana pula reaksi Claudio Ranieri yang musim ini berhasil membuat sejarah dengan membawa Leicester City menjadi juara Liga Primer? Apakah dia terusik dengan comeback-nya Mourinho, pelatih yang menggeser posisinya di Chelsea pada 2004  lalu?

Rupanya Ranieri tidak begitu peduli dengan pergantian Van Gaal oleh Mourinho. Dia pun enggan berkomentar ketika ditanya soal Mourinho.

“Saya tidak ingin berbicara tentang hal ini (Mourinho). Musim depan akan menjadi musim fantastis lain karena ada Pep Guardiola, Antonio Conte, dan Jose Mourinho. Ini akan menjadi sangat sulit,” kata Ranieri.

Terkait persiapan musim depan, Ranieri mengaku timnya masih akan tetap di posisi underdog. Namun, dia dan para pemain bertekad untuk mempertahankan gelar.

“Kami bisa bersaing, tapi kami tetap underdog,” kata Ranieri. “Dongeng itu terjadi sekali dan kami menang. Kami ingin mempertahankan gelar itu tentunya, dan menjadi hal prioritas yang sangat penting.”

“Rencana kami tidak berubah. Kami ingin mempertahankan gelar kami meskipun kami tahu itu akan sulit, tapi kami tidak peduli,” tambah eks pelatih AS Monaco dan Juventus itu.

Sepakbola.cc