Daftar Pemain Top Yang Kompak Sindir Pep Guardiola!

  • Berita Bola – Saat ini pelatih Pep Guardiola dianggap layak sebagai salah satu manajer terbaik dunia. Namun, hal tersebut tak dirasakan beberapa pemain top yang pernah dilatihnya. Selama terjun ke dunia manajerial, Pep telah melatih tiga klub besar, yakni Barcelona, Bayern Munich dan kini Manchester City. Dari dua klub sebelumnya, ada beberapa pemain yang merasa […]

Pep Guardiola Manchester City 2

Berita Bola – Saat ini pelatih Pep Guardiola dianggap layak sebagai salah satu manajer terbaik dunia. Namun, hal tersebut tak dirasakan beberapa pemain top yang pernah dilatihnya.

Selama terjun ke dunia manajerial, Pep telah melatih tiga klub besar, yakni Barcelona, Bayern Munich dan kini Manchester City. Dari dua klub sebelumnya, ada beberapa pemain yang merasa kurang suka dengan Pep.

Berikut pesepakbola top yang pernah mengkritik Guardiola, dikutip dari Marca:

1. Dante
Mantan bek Bayern Munich yang kini memperkuat Nice, Dante, belum lama ini memberikan kritiknya kepada Pep.

“Ada banyak pelatih memiliki sudut pandang kelas dunia soal taktik, tapi sebagai manusia mereka tidak terlalu bagus. Itulah yang terjadi dengan Guardiola,” ujar Dante.

2. Cesc Fabregas
Febregas menikmati satu musim bekerja di bawah tangan dingin Pep Guardiola. Namun, setelah memiliki awal yang bagus, di mana Febregas menjadi pencetak gol terbanyak bersama Lionel Messi hingga Januari, hubungan Cesc dan Pep memburuk.

Cesc menyebut Pep sebagai manajer yang tak mengerti soal sistem.

“Bersama Guardiola, saya tak bisa memahami sistem apa yang dia inginkan. Saya pesepakbola yang bertipe lain dengan sistem yang diinginkan Pep,” tandas Fabregas.

3. Zlatan Ibrahimovic
Ibrahimovic mungkin menjadi pengkritik terbesar Guardiola. Ibrahimovic datang ke Barcelona pada tahun 2009. Pep memang kerap meneriakkan instruksi dari pinggir lapangan, hal itu tak mambuat Ibrahimovic nyaman.

“Saya berteriak ‘Anda tidak memegang bola!’ kepada Pep. Tidak ada yang bisa mengatakan apa yang saya lakukan adalah kesalahan. Bulan pertama saya di sana begitu baik dan sesuatu terjadi.

Saya tetap tidak mengerti apa yang membuat Pep terus menyalahkan saya, saya tak mendapat jawaban. Bulan berikutnya, filosofi Pep tak lagi membuat saya nyaman,” ujar Ibra.

4. Samuel Eto’o
Meskipun Eto’o memiliki karier yang gemilang di Barcelona dengan mencetak 30 gol dari 36 laga, dia malah termasuk dalam pemain yang dijual Pep. Eto’o pun tak mengerti mengapa Pep melakukan itu.

“Dia tidak memiliki keberanian untuk memberitahu saya secara langsung soal rencana penjualan. Saya harus ingat bahwa dulu Guardiola bukan seorang pesepakbola yang besar,” kata Eto’o.

“Saya berkata kepadanya ‘Saya Samuel Eto’o, dan saya yang membuat Anda menang’. Guardiola memberikan kuliah saya tentang cara untuk menyerang, sedangkan dia bermain sebagai gelandang,” ujarnya

5. Franck Ribery
Setelah Pep meninggalkan Bayern Munich menuju ManCity, klub raksasa Bundesliga itu menunjuk Carlo Ancelotti sebagai penggantinya. Kemudian Franck Ribery mengatakan “Saya yakin Ancelotti pelatih yang tahu bagaimana cara memperlakukan para pemainnya”.

“Ancelotti adalah pemberian dari Bayern dan saya merasa lebih percaya diri lagi. Saya juga butuh pelatih seperti, Jupp Heynckes dan Ottmar Hitzfeld,” ujar Ribery.

6. Thomas Mueller.
Pemain Bayern Munich lainnya yang kurang nyaman dengan metode kepelatihan Pep adalah Thomas Mueller.

“Guardiola hidup di dunianya sendiri. Dia sering menghabiskan waktu dalam hari-harinya untuk bertanya-tanya bagaimana dia bisa memindahkan pemain dua atau tiga meter selama pertandingan,” ujar Mueller.

7. Alexander Hleb
Meskipun Hleb adalah pemain kunci bagi Arsene Wenger di Arsenal, dia tidak mendapatkan banyak waktu bermain saat di Camp Nou dan meninggalkan klub untuk bergabung dengan Stuttgart dengan status pinjaman.

“Saya tidak berpikir Guardiola adalah pelatih terbaik di dunia, dia hanya melatih tim terbaik dengan pemain terbaik. Pelatih terbaik adalah Jose Mourinho, Alex Ferguson dan Arsene Wenger,” pungkas Hleb.

8. Yaya Toure
Setelah tiga musim di Camp Nou, Yaya Toure hijrah ke Manchester City pada 2010, karena hubungan yang sulit dengan Guardiola. Mereka berdua hampir tidak berbicara satu sama lain selama setahun penuh. Dan akhirnya Yaya Toure meninggalkan Barcelona menuju ke Manchester City.

“Manajer tidak peduli dengan saya sampai Manchester City datang dan mengajukan penawaran untuk saya,” ucap Yaya Toure.

9. Bojan Krkic
Bojan adalah salah satu lulusan La Masia yang diprediksi akan menjadi pemain yang sukses di tim senior. Tapi, lagi-lagi hubungan personal dengan Guardiola menjadi penghambat kariernya.

“Guardiola tak memberikan saya waktu yang cukup untuk menunjukkan bagaimana kemampuan saya, dan itu menyakitkan. Seringkali dia bersikap tidak adil dengan saya, dan itu menjadi alasan mengapa saya meninggalkan klub. Sebagai penggemar, saya menilai dia pelatih terbaik, tapi sebagai pemain, tidak sama sekali” kata Bojan.