Darren Fletcher Menyesal Tinggalkan Old Trafford

Sepakbola – Darren Fletcher mengakui jika keputusannya untuk hengkang dari Manchester United pada 2015 silam sebagai sebuah penyesalan kecil.

Sepakbola – Darren Fletcher mengakui jika keputusannya untuk hengkang dari Manchester United pada 2015 silam sebagai sebuah penyesalan kecil.

Darren Fletcher mulai merasakan penyesalan mendalam. West Brom akan bertamu ke Old Trafford pada Sabtu (01/04) malam untuk melakoni laga ke-30 Liga Inggris.

Bagi pemain berusia 31 tahun itu, Old Trafford terasa seperti rumah sendiri sebab Ia sudah membela Man United selama 12 tahun di karir sepak bola profesionalnya serta memenangkan empat titel Liga Inggris, Piala FA dan piala Liga Champions.

Sepeninggal Sir Alex Ferguson, Fletcher masih menjadi pemain penting di bawah asuhan David Moyes, namun berubah ketika Louis van Gaal masuk.

Akhirnya Ia hengkang dari The Red Devils pada 2015 silam dengan status bebas transfer dan pemegang caps 223 laga bersama United itu mengaku menyesal.

“[Ketika] saya melihat ke belakang, ada sedikit perasaan menyesal sebab saya rasa telah bermain baik selama enam bulan bersama Moyes dan Ryan Giggs. Tapi sejujurnya, saya tidak pernah masuk ke dalam rencana Van Gaal sejak awal,” ujarnya, pada ESPN.

“Saya mungkin membuat dia kaget di pra-musim dan saya masih tetap tinggal ketika banyak pemain lainnya hengkang, tapi pada akhirnya saya tidak bisa tinggal dan tidak bermain. Saya hanya menjadi pemain serep.”

“Saya tidak bisa melihat jalan keluar dari situasi itu. Saya merasa masih memiliki banyak kemampuan dan saya ingin keluar dan memberikan kesempatan untuk bermain. Itu bukan sesuatu yang bersifat pribadi. Saya hanya merasa sudah saatnya untuk mencari tantangan baru.”

Bagi Darren Fletcher, kembali ke Old Trafford mempunyai banyak kenangan namun Ia harus menatap ke depan, bukan ke belakang.

“Ketika saya pertama kali kembali [ke Old Trafford membela West Brom], saya masuk ke lorong untuk berbaris dan berdiri di tim yang salah! Saya tahu untuk tidak melakukan kesalahan itu, tapi saya berada di zona itu dan berakhir berdiri di sisi kiri. Saya kemudian diberitahu jika tim tandang harus di sisi kanan.”

“Ketika saya berada di lapangan Old Trafford, rasanya sangat nyaman. Serasa di rumah. Ketika Anda melihat ke sekeliling, rasanya normal. Tidak terasa menakutkan karena saya bermain di laga tandang. Bedanya saya bermain melawan tim berkostum merah, bukannya bermain bersama mereka.”

“Setelah West Brom, United adalah tim berikutnya yang selalu saya pantau dan berharap mereka bisa melakukan perkerjaan dengan baik.”

“Saya tahu hasil pada Sabtu nanti akan menentukan harapan mereka untuk menyelesaikan musim di posisi empat besar, tapi mereka bisa meraih semua kemenangan setelah bertanding melawan kami dan semoga itu terjadi.”

Sepakbola.cc